/
Kamis, 28 Juli 2022 | 16:52 WIB
JIhan Kunjungi RSJ Lampung (Beni)

Metro, Suara.com-  Anggota DPD RI Provinsi Lampung dr. Jihan Nurlela merasa seperti pulang ke rumah. Hal ini ia utarakan saat melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung yang berada di Kurungan Nyawa, Pesawaran, Kamis 28 Juli 2022.

“Hadir di sini saya rasanya seperti kembali pulang ke rumah, karena dulu saya Koas di sini, ada guru-guru saya juga hadir hari ini, terimakasih banyak. Memang kalau di RSJ ini berbeda, kepada pasien saja harus seperti keluarga karena kita harus ngobrol, mendengarkan, disamping obat-obatan, berbeda dengan di rumah sakit pada umumnya,” ujarnya.

Jihan mengungkapkan tujuan kedatangannya, yakni untuk mendengarkan aspirasi khususnya berkaitan pelaksanaan Undang-undang No. 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka kunjungan kerja untuk membawa aspirasi dari sini untuk saya bawa dalam sidang paripurna di DPD RI, khususnya berkaitan penanangan dan layanan kesehatan jiwa sebagai pelaksanaan Undang-undang No. 18 Tahun 2014 tentang kesehatan jiwa,” katanya.

Hadir dalam kunjungan kerja ini, Direktur dr. Nuyen Meutia Fitri,MARS, bersama jajaran dokter, perawat dan staf di RSJ Provinsi Lampung  seperti Dr. Tendri Septa, Sp.KJ (K), dr. Cahyaningsih, Sp. KJ. M. Kes, dr. High Boy. KH. Sp.KJ, Yansuri S.Kp, M.Kep, Satrio. KL, S. Kep, M. Kep, Sp. Jiwa, Melvita Krisna, Apt, MARS, Deswita, S. Si, apt. M. Kes, Nirwana. SKM, M.KM, Yunaidi. Apt.

“Mba Jihan memang orang lama ya di RSJ, yang jadi kebanggaan kita bersama. Mudah-mudahan beliau bisa menyampaikan apa yang menjadi permasalahan di RSJ ini. Data Kemensos memang menyebutkan masih banyak ODGJ yang dipasung, kalau datanya secara nasional dari 650 ribu setidaknya ada 30 ribu yang dipasung,” kata Direktur dr. Nuyen Meutia Fitri dalam sambutannya.

RSJ, terusnya tidak hanya melayanai gangguan jiwa tetapi juga saat ini menangani gangguan Nafza (narkoba).

“Kita ketahui saat ini, SDM kami masih kurang. Untuk tenaga nakes, perawat, psikologi juga kami masih kurang. Terkait maslaah tersebut, kami sudah melakukan beberapa inovasi terutama kemarin MOU dengan BNN, untuk gangguan jiwa dialihkan ke RSJ. Lalu dari Kejari Pesawaran, dengan adanya rehabilitasi narkoba karena saat ini ada restorasi justice, penjara bukan tempat yang tepat untuk pengguna narkoba,” ujarnya..

Berkaitan pelayanan kesehatan jiwa, dr Nuyen mengatakan ingin ada kebijakan pelayanan jiwa terintegrasi di 15 kabupaten/kota.

Baca Juga: Lewat Touring Motor, PLN Kenalkan Kendaraan Bebas Emisi di Metro

“Kalau ada satu sistem terintegrasi lintas sektoral bersama RSJ bisa lebih baik penanganan pelayanan kesehatan jiwa. Misalnya, untuk ODGJ di jalan, dijariing oleh Pol PP, kemudian dibawa ke Dinsos dan diserahkan kepada RSJ dengan jaminan biaya dari pemerintah sambil mencari keluarganya,” ungkapnya.

Sejumlah masukan disampaikan dokter dan perawat di RSJ yang menjadi aspirasi pegawai RSJ untuk perbaikan layanan kesehatan jiwa di Provinsi Lampung.

Senator Jihan kemudian menyampaikan akan menampung seluruh aspirasi untuk disampaikan dalam rapat paripurna di DPD RI dan kementrian terkait.

“SDM dokter, perawat masih banyak kekurangan di RSJ tadi. Lalu tidak ada beasiswa dari kemenkes untuk RSJ, ini harus saya sampaikan juga. Karena tidak selaras dengan tugas-tugas di RSJ. Di Provinsi Lampung RSJ hanya satu, yang mengcover 15 kabupaten/kota di Lampung,” kata Jihan.
Selain itu, berkaitan seringnya obat-obatan kosong, adik kandung wakil gubernur ini mengatakan akan berkoordinasi dengan kementrian kesehatan.

“Kemudian terkait obat-obatan, yang sering kosong di E-catalog, agar pemenang tender tidak hanya satu tadi masukannya, sehingga ada pilihan. Atau ada masalah lain yang menyebabkan obat-obatan kosong di E-catalog akan saya koordinasikan dengan Kemenkes dalam rapat-rapat nanti. Kemudian masalah pasien, tadi pasien tidak mampu dan pasien yang tidak tahu keluarganya, ini harus dibiayai oleh negara,” pungkasnya. 

Load More