Metro, Suara.com- Para kontestan International Olympiad in Informatics (IOI) 2022 diajak dalam keseruan untuk mempelajari keragaman kesenian Indonesia lewat program ekskursi/lokakarya singkat belajar membuat komik, membatik, tari tradisional, gamelan Bali, gamelan Jawa tradisional Yogyakarta, sinematografi dan fotografi di Insititut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Saat pelaksanaan lokakarya tari tradisional, tampak berbagai kontestan dari berbagai tim yang dibagi dalam 5 (lima) grup menikmati gerakan dan hentakan yang dipandu oleh beberapa mahasiswa jurusan Seni Tari ISI.
“Seni adalah universal. Awalnya kami mengira, mereka (kontestan IOI) adalah orang-orang yang serius, ternyata mereka sangat apresiasi dengan seni dan humanis. Membuktikan hal yang menarik bahwa perpaduan antara seni dan sains perlu dipikirkan di masa mendatang,” terang Ketua Jurusan Seni Tari Pertunjukan ISI, Rina Martiara.
Kontestan asal Swiss, Lukas Münzel mengungkapkan kegembiraannya belajar Tari Montro dan Tari Kontemporer Rasa Nusantara. “Meski hanya singkat, saya senang sekali dapat belajar tari dari Indonesia. Unik dan terasa menyenangkan,” ujar Lukas.
Di lokasi lokakarya singkat lainnya, berbagai tim lainnya turut larut dalam mencoba secara langsung alat musik gamelan Bali dan gamelan Jawa tradisional Yogyakarta. Selain itu, di lokakarya sinematografi, kelompok tim lainnya mendapat penjelasan mengenai penggunaan drone dalam proses pembuatan sinema serta kelompok tim lainnya mendapat penjelasan tentang proses mencetak foto secara manual di lokakarya fotografi.
Selanjutnya, lokakarya membatik juga mendapat apresiasi salah satunya oleh tim Irlandia. “Sebuah pengalaman yang terasa berbeda karena sebelumnya saya tidak mengetahui tentang batik Indonesia, namun kali ini saya diajarkan membuat pola di atas kain dengan paduan warna biru dan ungu, serta saya menuliskan nama orang yang saya kagumi di kain batik tersebut,” ujar kontestan tim Irlandia, Ruadhán Mac Giolla Phádraig sambil tersipu.
Pembantu Rektor III ISI Yogyakarta, Muhammad Sholahuddin, mengungkapkan bahwa ISI Yogyakarta telah bersiap pasca ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi salah satu tempat pelaksanaan program ekskursi.
“ISI Yogyakarta antusias mendukung Indonesia selaku tuan rumah penyelenggaraan IOI. Melalui 7 (tujuh) lokakarya singkat yang telah kami siapkan, kiranya para peserta IOI dapat mengenal beragam kesenian dan budaya yang ada di Indonesia,” ucap Sholahuddin saat mendampingi kontestan menikmati jamuan makan siang di Aula ISI Yogyakarta, Kamis (11/8).
Seusai melaksanakan berbagai lokakarya singkat, ISI Yogyakarta mengadakan jamuan makan siang untuk kontestan IOI. Jamuan makan siang berupa makanan tradisional Indonesia seperti sate ayam, mi goreng Jawa, bakso dan es kelapa muda tampak dinikmati oleh kontestan sambil ditemani alunan musik orkestra dari mahasiswa ISI.
Baca Juga: MenKopUKM Apresiasi Kerjasama Perdagangan Antara Jawa Barat dan Sumatera Selatan
Yogyakarta yang kaya dengan keragaman budaya akan menjadi saksi dari kolaborasi para talenta digital terbaik dunia tingkat sekolah menengah atas yang akan saling berkompetisi dalam memperebutkan predikat terbaik dalam bidang informatika di ajang yang telah berlangsung sejak tahun 1989. Tahun ini IOI mengusung tema “Digital Energy of Asia”.
Lewat IOI Indonesia, Kemendikbudristek juga berbangga telah menjadi bagian dari komitmen dunia untuk bangkit dan pulih dari keterpurukan karena pandemi global Covid-19 sekaligus memperkenalkan alam dan budaya Indonesia khususnya Yogyakarta yang indah dan berwarna.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali