Metro, Suara.com- Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, jumlah pelaku ekonomi digital meningkat secara signifikan.Ekonomi digital memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat, antara lain mempercepat dan mempermudah transaksi, serta meningkatkan akses informasi dan transparansi.
Hal tersebut disampaikan Wamendag Jerry saat menghadiri Seminar Literasi Digital yang mengangkat tema ‘Yuk Cintai Produk Dalam Negeri’ di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/8). Acara yang dilaksanakan secara hibrida ini turut menghadirkan narasumber Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan pelaku usaha Tom Liwafa.
“Sejak pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia pada 2020, terjadi peningkatan penetrasi konsumendigital Indonesia. Diprediksi pada hingga 2025 nanti, angka penetrasi konsumendigital akan terus meningkat mencapai 77 persen dari total populasi Indonesia,”ungkap Jery.
Menyikapi hal tersebut Jery menyebut bahwa Kemendag telah melaksanakan berbagai strategi dan dukungan dari sisi peningkatan permintaan.Diantaranya berkolaborasi dengan universitas, asosiasi, Dinas Perdagangan,komunitas, dan pakar terkait dalam peningkatan kualitas produk; kerja sama dengan platform lokapasar untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM)berjualan daring;dan penciptaan UKM naik kelas/UKM Go Ekspor melalui kerja sama meningkatkan ekspor melalui platform lokapasar bagi 1.500 pelaku UKM.Dari sisi kebijakan, Kemendag juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam PerdaganganMelalui Sistem Elektronik.
Permendag inidiharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, baik bagi konsumen, maupun bagi pelaku usaha.Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020tercatat sebesar Rp15.400 triliun.
Sementara, ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar Rp632 triliun. Meskipun kontribusinya masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional, tetapi tumbuh cukup pesat.Pada 2030, niaga elektronik business to business (b2b)dan business to consumer(b2c) lokapasar diproyeksikan dapat menyumbang nilai tertinggi dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, yaitu sebesar Rp1.908 triliun atau 34 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Perbandingan Pelatih Asing, Hector Souto Jadi Terbaik Sepanjang Sejarah Timnas Futsal Indonesia
-
Direktur Olahraga Sevilla Tolak Sergio Ramos
-
Harga Emas Hari Ini Naik, 11 Februari 2026 UBS dan Galeri 24 Kompak Meroket
-
Tak Terkejut, Michael Carrick Puji Kualitas Benjamin Sesko
-
5 Fakta St Kitts and Nevis, Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Menimbun Pangan atau Naikkan Harga Saat Ramadan? Bisa Dipenjara 5 Tahun Lebih!
-
Budget Terbatas, Mending Pilih Tinted Sunscreen atau Cushion?
-
7 Sepatu Lari Selevel Puma Deviate Nitro 4, Pas Buat Kejar Pace Cepat
-
Monorel vs LRT: Serupa tapi Tak Sama, Mana yang Lebih Unggul?
-
5 Lip Balm dengan Aroma Buah untuk Remaja, Harga Tak Menguras Uang Saku