/
Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:23 WIB
Indonesia Esports Summit 2022 di Bali Jadi Ajang e-Sport Outdoor Terbesar di Dunia (Kemenparekraf)

Metro, Suara.com- Gelaran Indonesia Esports Summit 2022: Bali 14th World Esports Championship” yang akan dilaksanakan di Bali pada 2-11 Desember 2022 diharapkan dapat berpartisipasi dalam pencapaian target 1,1 juta lapangan kerja di 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024.

Direktur Event Indonesia Esports Summit 2022, Diana Sutrisno, menyampaikan Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships akan menjadi kegiatan e-sport outdoor terbesar di dunia. Para partisipan akan mengikuti kegiatan e-sport sembari menikmati keindahan pantai dan pesona alam Bali yang indah. 

“Kita di sini pertama kalinya event terbesar e-sport terbesar di dunia, kita mendatangkan 120 negara dengan 700 atlet bertanding offline di Bali. Ini acaranya kita mengambil challenge di outdoor, untuk pertama kalinya e-sport Indonesia pertandingannya di outdoor, kali ini kita bikin di pantai, karena sayang kita ada pantai ada pemandangan yang harus dilihat,” kata Diana. 

Diana juga meyakini Indonesia Esports Summit: Bali 14th World Esports Championships akan menjadi landasan kuat bagi Indonesia di masa depan sebagai salah satu pusat dan barometer e-sport dunia.

Hal tersebut disampaikannya saat bertemu Menparekraf Sandiaga Uno di “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (29/8/2022).

Sandiaga menyampaikan event ini juga menjadi bukti nyata perkembangan e-sport di Indonesia. Esports menyediakan banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan berkarir. 

“Selain menjadi sebuah cabang olahraga prestasi, komunitas e-sport di Indonesia juga telah berkembang menjadi sebuah lifestyle dan culture bagi generasi muda,” kata Sandiaga. 

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Neil El Hilman, menyampaikan Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan gim buatan anak bangsa. Kemenparekraf akan terus mengembangkan ekosistem tersebut. 

“Yang kita butuhkan kedepannya untuk membangun ekosistem tadi supaya gim-gim kita akhirnya bisa digunakan di luar sana dan bisa dipertandingkan secara internasional,” kata Neil. 

Baca Juga: Promosikan Destinasi Wisata dan UMKM, Kemenparekraf Gagas Kerjasama Cinema on The Beach

Load More