News / Nasional
Senin, 01 Juni 2026 | 22:00 WIB
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth. (Suara.com/Yoga)
Baca 10 detik
  • Seorang anak terjatuh ke area kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, yang memicu perhatian DPRD DKI Jakarta.
  • DPRD mendesak pengelola Ragunan melakukan evaluasi sistem keamanan fisik dan meningkatkan pengawasan petugas demi keselamatan seluruh pengunjung wisata.
  • Masyarakat serta orang tua diimbau lebih bijak dan disiplin dalam mematuhi aturan keselamatan saat berada di kawasan wisata.

Suara.com - Insiden seorang anak yang terjatuh ke area kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan menuai sorotan dari DPRD DKI Jakarta. Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, meminta pengelola Ragunan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan keselamatan pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang.

Kenneth menilai peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengelola fasilitas publik, terutama destinasi wisata yang setiap hari dikunjungi ribuan orang.

"Kami meminta evaluasi dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Fokusnya bukan mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menemukan akar persoalan," kata Kenneth di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan kawasan wisata. Karena itu, manajemen Taman Margasatwa Ragunan didorong melakukan investigasi internal secara transparan untuk mengungkap kronologi kejadian serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kelemahan dalam sistem pengamanan.

"Saya sangat prihatin atas terjadinya insiden ini. Keselamatan dan kondisi kesehatan anak yang bersangkutan harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Menurut Kenneth, pemeriksaan perlu mencakup seluruh aspek keamanan fisik, mulai dari pagar pembatas, pagar pengaman berlapis, jalur pengunjung, titik pengamatan satwa, hingga area yang memiliki tingkat risiko tinggi.

"Apabila ditemukan adanya pagar yang tidak memenuhi standar keamanan, celah pengamanan, atau titik yang memungkinkan pengunjung mendekati area satwa secara berbahaya, maka perbaikan harus segera dilakukan tanpa menunggu terjadinya insiden berikutnya," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Selain infrastruktur, Kenneth juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan di lapangan. Ia menilai jumlah petugas keamanan dan pengawas harus disesuaikan dengan jumlah pengunjung, terutama saat akhir pekan, hari libur nasional, dan masa liburan sekolah.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan demi membuat konten untuk media sosial. Menurutnya, keinginan mendapatkan foto atau video menarik kerap mendorong pengunjung melakukan tindakan berisiko di kawasan wisata.

Baca Juga: Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!

"Terlepas dari apa pun motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Di era media sosial saat ini, masyarakat perlu semakin bijak dalam membuat maupun mengejar konten," katanya.

Kenneth juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area wisata, terutama di lokasi yang berdekatan dengan satwa berukuran besar. Ia menegaskan bahwa berbagai pagar, garis pembatas, dan rambu keselamatan dibuat untuk melindungi pengunjung maupun satwa dari potensi bahaya.

Sebelumnya, sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan seorang anak terjatuh ke area parit kandang gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Dalam rekaman tersebut, sejumlah orang dewasa terlihat melewati pembatas untuk membantu mengangkat anak itu kembali ke area aman. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

Load More