Metro, Suara.com- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengharapkan seluruh lulusan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menjadi generasi yang tangguh, unggul dan kompeten dalam menyikapi segala perubahan dan tantangan bidang ketenagakerjaan.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan Orasi Ilmiah Wisuda Polteknaker bertema 'Jadilah Generasi yang Tangguh dan Unggul' di ruang Tridarma, Kemnaker, Jakarta, Sabtu (3/9/2022).
"Melalui wisudawan wisudawati yang hari ini diwisuda, Polteknaker telah mencetak lulusan yang saya harapkan menjadi lulusan yang andal, memiliki kompetensi, ilmu, keterampilan, dan juga perilaku yang baik," ujar Ida.
Ida Fauziyah menyambut gembira dari 81 wisudawan dan wisudawati Polteknaker Diploma III program studi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dari Angkatan 2017, 2018 dan 2019, sekitar 71 persen lulusan Polteknaker, telah diterima di pasar kerja.
"Saya memberikan apresiasi atas kerja keras para wisudawan selama berkuliah di Polteknaker dan saya bersyukur sekaligus senang, karena Polteknaker, tak menyumbang pengangguran baru," katanya.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, Ida juga meminta untuk tidak cepat berpuas diri, karena wisuda bukan akhir perjalanan melainkan awal perjuangan sesuatu yang lebih besar lagi dan perjuangan untuk masa depan. Ia juga meminta wisuda dan wisudawati untuk melangkah ke depan dan berani bermimpi besar.
Sementara itu Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi dalam laporannya menyebut wisuda diploma Polteknaker merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan Polteknaker dalam menyelesaikan pendidikan bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Polteknaker.
"Hal ini sekaligus sebagai ajang untuk mendekatkan dan promosi serta membangun citra positif kepada seluruh stakeholder serta untuk meningkatkan nilai tambah Politeknik Ketenagakerjaan kepada masyarakat," katanya.
Tiga wisudawati Polteknaker Prodi MSDM Tahun Akademik 2022/2023 memperoleh nilai Cum Laude.Yakni Melghiana Puspa Ningrum, Angkatan 2017, dengan nilai 3,92. Kedua, Lady Olyvia Mahardika (2018/3,89) dan Raysa Hanik Alvianita (2019/3,86).
Baca Juga: Gandeng 34 LSP, 45 Ribu Pekerja Pariwisata Ditargetkan Tersertifikasi Hingga 2023
Usai wisuda, Raysa Hanik Alvianita mengatakan Polteknaker merupakan sarana belajar untuk mengenal lebih jauh dunia industri yang sehat sesuai dengan regulasi yang diatur oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Kemnaker.
"Kami berharap setelah lulus dan mendapatkan gelar diploma, kami mampu menjadi bagian dari masyarakat, khususnya di dunia kerja," ujar Raysa yang kini magang di perusahaan startup les online.
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana