Metro, Suara.com- Lembaga Sensor Film (LSF) bersinergi dengan Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) melakukan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri secara masif ke berbagai bioskop percontohan di bawah naungan GPBSI.
Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto mengatakan sosialisasi ini dengan menerapkan lima media kampanye berupa maskot, cinema standee, iklan layanan masyarakat (ILM), poster, dan menerbitkan buku saku panduan film, diharapkan sosialisasi untuk memilih tontonan sesuai usianya di masyarakat dapat dipahami dengan baik lewat sarana yang lebih menarik.
“Bioskop sudah menyiapkan bahan-bahan untuk menjadi poin edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Inilah yang bisa kami lakukan agar masyarakat memiliki literasi tentang film yang baik dan pada akhirnya mereka bisa memilih dan memilah film sesuai usianya,” ujar Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto di Djakarta Theater pada Senin (5/9).
Rommy juga mengatakan bahwa pihaknya secara intens melakukan komunikasi dan koordinasi dalam menjalankan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri. Di lapangan, petugas sedini mungkin menyosialisasikan klasifikasi usia dan film yang ditayangkan di bioskop kepada calon pengunjung.
Pada kesempatan ini dikenalkan maskot yang membawa pesan moral dengan mengangkat identitas lokal Indonesia. Lalu, ada cinema standee yang dipajang di tempat pembelian tiket.
Terdapat poster tentang Bioskop Sadar Sensor Mandiri yang dipajang di bioskop. Selain itu, ada iklan layanan masyarakat yang ditayangkan pada layar besar selama sekitar 30 detik dan kemasannya akan terus disesuaikan secara periodik. Buku Saku Panduan Film juga diterbitkan oleh LSF sebagai acuan yang lebih detail.
“Bahkan sebagai bentuk kampanye keenam, kami tahun lalu membuat lagu jingle yang berjudul “Jangan Salah Tontonan” dengan harapan semakin sering masyarakat terpapar dengan lagu ini maka lambat laun akan terekam dalam memori dan terus diingat,” jelas Rommy menerangkan lagu ciptaan Piyu Padi tersebut.
Lebih lanjut Rommy menambahkan demi terwujudnya tujuan kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri, tidak terlepas dari peran seluruh perusahaan bioskop di bawah naungan GPBSI. Kontribusi dan komitmen perusahaan-perusahaan bioskop tersebut adalah ikut serta menggalakkan Budaya Sensor Mandiri (BSM) dengan tetap mengedepankan pelayanan prima dan kenyamanan bagi seluruh pengunjung bioskop.
Ketua GPBSI, Djonny Syafruddin, menyatakan mendukung penuh Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM) yang diinisiasi LSF.
Baca Juga: Promosikan Pariwisata dan Film Indonesia,Kemenparekraf Gandeng Netflix
“Kami sudah melakukan berbagai cara untuk memberikan informasi terkait film dan penggolongan usia penontonnya. Berupa penayangan telop sebelum pemutaran film, berisi informasi mengenai judul film, durasi, nomor Surat Tanda Lulus Sensor (STLS), dan klasifikasi usia. Namun, menurutnya, akan lebih baik jika masyarakat sudah teredukasi sebelum datang ke bioskop,” ujarnya.
"Bioskop seluruh Indonesia mendukung LSF karena ini masalah moralnya tinggi sekali. Ini kerjaan seluruh bangsa karena masalah moral," tegas Djonny lebih lanjut.
Berbagai dukungan GNBSM juga datang dari perwakilan perusahaan bioskop lainnya. "Literasi bioskop harus didengungkan terus menerus. Kami terus aktif mendukung tujuan kampanye (Bioskop Sadar Sensor Mandiri) tersebut," Division of Government Relation XXI, Suprayitno.
Senada Head of Strategy Support CGV, Arindya Pratama Lubis juga menyatakan dukungannya. "Kita perlu me-refresh tentang pentingnya memilah tontonan karena hal ini sangat berpengaruh pada kualitas generasi muda kita di masa mendatang," tuturnya.
Begitu juga dengan Corporate Legal Cinepolis, Albert Tanoso yang menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kampanye Bioskop Sadar Sensor Mandiri sebagai bentuk upaya untuk membangun generasi muda ke arah peradaban yang semakin baik.
“Kita ingin melihat generasi muda kita di masa mendatang, dapat memilih dan menonton film yang berkualitas sesuai usianya,” pungkasnya.
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
Emas Antam Lagi Meroket, Harganya Dibanderol Rp 2,86 Juta per Gram
-
Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan
-
Alex Rins Makin Bingung dengan Motornya, Yamaha Sudah Rekrut Ai Ogura?
-
Legenda Timnas Indonesia Puji Gol Akrobatik Pemain Garuda Muda ke Gawang Timor Leste
-
Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
-
Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku
-
Ibu Tiri Sedih Tamara Bleszynski Cuma Jadi Tamu di Nikahan Teuku Rassya, Padahal Seragam Sudah Siap
-
Potensi Besar Industri Daur Ulang, Mengapa Masih Dianggap Murah dan Berkualitas Rendah?
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB