Metro.Suara.com - Unjuk rasa mahasiswa di Lampung menolak kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM di Bandar Lampung, Rabu (7/9/2022) siang, berakhir ricuh. Ribuan pengunjuk rasa merobohkan gerbang gedung DPRD Kota Bandar Lampung, karena dihalang-halangi personel keamanan saat mencoba masuk.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Lampung itu, juga sempat menyingkirkan kawat penghalang atau barier, saat akan mencoba masuk ke dalam ruang paripurna DPRD Bandar Lampung, untuk menyampaikan aspirasinya.
Meski kawat sudah disingkirkan dan gerbang dirobohkan, massa belum bisa menerobos masuk karena diadang personel keamanan gabungan dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja. Sebelumnya massa juga sempat menggelar orasi dan membakar ban di depan pintu gerbang gedung DPRD Bandar Lampung.
meski sempat terjadi kericuhan, hingga Rabu sore, kondisi sudah mulai berangsur kondusif dan massa masih bertahan di depan gedung.
Demo menolak kenaikan harga BBM juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Mahasiswa dan masyarakat bergabung menyampaikan aspirasinya, bahwa kebijakan pemerintah menaikka harga BBM sangat menyengsarakan masyarakat kecil. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung