Metro, Suara.com- Guna meningkatkan kunjungan wisatawan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Familiarization Trip dengan mengundang 12 travel agent/tour operator (TA/TO) dari Belanda pada 14-19 September 2022.
Program Perjalanan Wisata Pengenalan/Familiarization Trip untuk segmen pasar Belanda ini merupakan program kolaborasi antara Kemenparekraf dan Singapore Airlines sebagai tindak lanjut program kerja sama terpadu bagi para pelaku bisnis wisata di pasar Belanda.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye promosi #ItsTimeforBali.
"Selain itu, kegiatan ini diharapkan juga mampu menjadikan Indonesia sebagai top of mind bagi wisatawan dari Belanda,” kata Menparekraf Sandiaga.
Sandiaga berharap dari kegiatan ini tumbuh upaya post pandemic awereness campaign dalam rangka meyakinkan TA/TO di Belanda termasuk untuk mempertahankan eksistensi Indonesia melalui product update dan first-hand experience dalam masa normal baru.
Wellness and Sustainable Tourism diangkat sebagai tema penyelenggaraan familiarization trip kali ini. Pemilihan tema tersebut didasari atas preferensi wisatawan Eropa yang cenderung lebih menyukai aktivitas outdoor yang menstimulasi kebugaran jasmani dan wisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.
“Konsepsi wellness and sustainable tourism juga dapat merepresentasikan destinasi wisata di Bali telah siap menghadapi kondisi normal baru pascapandemi,” kata Sandiaga.
Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Cecep Rukendi, menambahkan selain wisata pantai dan adventure, wisman Belanda juga menggemari seni budaya asal Bali.
Berbagai aktivitas disiapkan untuk menunjukkan keindahan Bali termasuk mengunjungi Ubud Palace, Pura Penataran Agung Lempuyang yang dikenal dengan istilah "The Gate of Heaven", dan Tanah Lot. Peserta juga akan mengikuti berbagai aktivitas fisik seperti snorkeling, trekking, dan bersepeda.
Baca Juga: Lewat Pertemuan CMM, Kemendikbudristek Perkuat Komitmen Pemulihan Seni dan Budaya
“Selain untuk mendorong jumlah kunjungan wisman Belanda ke Indonesia, kegiatan ini diharapkan bisa membawa dampak yang positif bagi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata di Indonesia khususnya Bali,” kata Cecep.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Bukan LCGC, Hatchback Jepang Irit Ini Cuma 60 Jutaan Tapi Kabinnya Ekstra Lega
-
5 Rekomendasi Parfum Mykonos untuk Anak Sekolah, Segar Seharian Anti Bau Matahari
-
Bye-bye Titip Absen! Pemprov Sulsel Gunakan Sistem Canggih Bisa Blokir ASN Curang
-
Mimpi ke Disneyland Jepang Sirna: Warga Surabaya Kena Tipu Travel Rugi Rp500 Juta
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
Duh! Oknum PNS Kejari Blora Gelapkan Mobil Rental, Digadai Rp17 Juta Buat Foya-foya?
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Siak dan Kampar Menjadi Tujuan Migrasi Penduduk di Riau