Metro, Suara.com- Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa-mahahasiswa yang tengah melakukan kegiatan ‘Magang Di Rumah Rakyat’ sebagai implementasi program ‘Kampus Merdeka’.
Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI Sumariyandono memberikan materi tentang Hubungan Antara DPR Dengan Lembaga Tinggi Negara dalam menjalankan ketatanegaraan serta tugas dan fungsi DPR RI.
“Dari kegiatan ini diharapkan mereka punya pemahaman bahwa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan negara itu tidak hanya bisa dilaksanakan oleh DPR sendiri tapi juga melibatkan lembaga-lembaga tinggi negara antara lain, ada DPR, MPR, DPD, MA, MK, BPK itu adalah lembaga tinggi yang punya hubungan erat dalam pelaksanaan ketatanegaraan di negara kita,” ujar Sumariyandono saat ditemui Parlementaria seusai kegiatan Kuliah Umum di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2022).
Mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum ini pun cukup aktif dan kritis dalam sesi diskusi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang ditanyakan oleh Mahasiswa adalah mengenai penyusunan Undang-undang (UU) dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang sangat lama.
Sumariyandono juga menjelaskan bahwa dalam menyusun dan menetapkan UU dan Perpu, DPR RI dan Pemerintah memiliki pertimbangan dan juga harus ada kesepakatan bersama antara DPR RI dan Pemerintah agar kemudian Rancangan Undang-undang (RUU) bisa dilakukan pembahasan lebih lanjut.
“Dan tentunya banyak sekali isu-isu yang mungkin timbul dalam pembahasan RUU itu. Sehingga itulah yang menyebabkan lambatnya proses RUU. Dan saya pikir mahasiswa-mahasiswa ini sudah cukup paham mengenai proses yang panjang tersebut. Apalagi isu-isu yang sangat krusial tentunya ini perlu pendalaman, perlu pembahasan yang lebih tajam lagi daripada DPR dengan Pemerintah,” jelas Dono sapaan akrabnya.
Program Kampus Merdeka dengan kegiatan Magang di Rumah Rakyat ini juga merupakan salah satu cara yang baik untuk memperkenalkan DPR RI kepada generasi muda terutama para mahasiswa, agar mereka mengetahui betul tugas pokok dan fungsi DPR, tidak hanya membentuk undang-undang saja yang mungkin biasa mereka ketahui.
Seperti dalam fungsi anggaran dan pengawasan, DPR RI menjalankan check and balance agar penggunaan dan alokasi APBN telah benar memenuhi atau mengakomodir kebutuhan rakyat serta melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
“Harapannya sih banyak sekali yang bisa diekspos dari DPR ini ya, tidak hanya mengenai mekanisme kerja tapi hal-hal positif lainnya yang sudah pernah kita capai, itu juga harus bisa disampaikan juga ke mereka gitu. Sehingga banyak hal yang sudah bisa dihasilkan oleh DPR namun belum terbuka secara baik, ini kita bisa manfaatkan teman-teman yang ikut magang ini bisa membantu kita menyampaikan, mensosialisasikan ke masyarakat bahwa banyak sekali produk-produk DPR yang sudah bisa dibanggakan,” pungkas Dono.
Baca Juga: Program AKI Diharap Tingkatkan Omzet Produk Ekraf di Ambon
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan