Metro.Suara.com - Musim buah duku dan durian di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung merupakan anugerah bagi petani kebun dan juga para pengojek hutan.
Salah satunya di wilayah Desa Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Namun, lokasi kebun warga kebanyakan ada di daerah lereng pegunungan yang terjal. Untuk mengeluarkan hasil panen harus menggunakan tenaga ojek hutan profesional dari daerah setempat.
Untuk mengangkut durian maupun duku itu, pengojek hutan umumnya menggunakan motor bebek yang sudah dimodifikasi sesuai dengan medan. Mereka memiliki kelompok minimal 5 tukang ojek untuk saling membantu di perjalanan yang terjal dan berlumpur.
Dalam sehari, mereka hanya dapat mengeluarkan buah dua kali, hal tersebut disebabkan jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan sempit, licin, terjal dan berlumpur.
Menurut Apri, salah satu pengojek hutan, bersama ojek lainnya mereka sudah sebulan mengojek buah durian dan duku.
“Setiap harinya bisa ngangkat 300 biji durian atau 400 kilogram duku, itupun jika hari tidak turun hujan.
Kendalanya jalan berlubang, dan licin,” ungkapnya pada Rabu (28/9/2022).
Jika hujan, lanjutnya, sungai menjadi meluap banjir dan motor mereka harus digotong beberapa orang. Mereka juga akan memasang rantai di ban depan belakang pada motor untuk melintasi jalan yang berkubang lumpur.
Kedalaman lubang yang berlumpur itu bisa mencapai 50 sentimeter, dan itu menurut Apri merupakan tantangan yang paling susah dihadapi mereka.
Baca Juga: Sherpa G20 Dikenalkan Kearifan Budaya Indonesia
“Jatuh bangun dari motor sudah sering kami alami, Alhamdulillah masih selamat,” terus Apri.
Dengan jarak tempuh yang cukup jauh ke tempat pengepul, para pengojek sedikitnya harus mengeluarkan kocek untuk bahan bakar minyak (BBM) sekitar Rp150 ribu dalam sehari. Upah yang mereka dapat dalam sehari mencapai RP300-400 ribu sehari.
“Namun pendapatan itu kadang habis juga untuk biaya perbaikan motor yang rusak,” pungkas Apri diamini rekannya yang lain. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?
-
5 Cara Memakai Sunscreen Spray yang Benar, Bukan Asal Semprot
-
Polisi Selidiki Temuan Senjata Api dan Airsoft Gun di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel