News / Metropolitan
Rabu, 04 Februari 2026 | 13:17 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI: Warga mendorong sepeda motornya di jalan yang terendam banjir di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta, Jumat (23/1/2026). [ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh/foc]
Baca 10 detik
  • Hujan deras pada Rabu (4/2/2026) menyebabkan Kali Krukut meluap, merendam puluhan titik permukiman di Jakarta Selatan.
  • Kelurahan Petogogan terdampak paling parah dengan genangan air rata-rata mencapai ketinggian 30 sentimeter pada siang hari.
  • BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel masif untuk pemantauan dan koordinasi agar genangan air dapat segera surut.

Suara.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Rabu (4/2/2026) pagi mengakibatkan aliran Kali Krukut di Jakarta Selatan kembali meluap dan merendam permukiman warga pada Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 13.00 WIB, tercatat puluhan titik di area bantaran kali mulai tergenang air.

Kelurahan Petogogan menjadi wilayah terdampak paling parah akibat kombinasi curah hujan tinggi dan luapan sungai tersebut.

Tercatat sebanyak 39 RT di kelurahan tersebut kini harus berjibaku dengan genangan air yang mengganggu aktivitas warga.

Ketinggian air di kawasan Petogogan tersebut dilaporkan rata-rata mencapai 30 sentimeter.

Tak hanya merendam permukiman di Jakarta Selatan, luapan air juga menyasar infrastruktur jalan raya di wilayah Jakarta Timur.

Satu ruas jalan, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Cipinang Cempedak, kini terendam air dengan ketinggian mencapai 35 sentimeter.

Kondisi ini memaksa para pengendara untuk ekstra waspada saat melintasi jalur penghubung antarwilayah tersebut.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel secara masif guna memantau kondisi lapangan dan mempercepat surutnya genangan.

Baca Juga: Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi

Upaya koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, hingga Dinas Gulkarmat dilakukan untuk memastikan infrastruktur air bekerja optimal.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.

BPBD DKI juga meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun wilayah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Warga diingatkan untuk segera melapor melalui kanal resmi jika memerlukan bantuan evakuasi atau logistik darurat.

Load More