Metro, Suara.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan rangkaian Kampus Merdeka Fair di enam kota di Indonesia. Kampus Merdeka Fair pertama diselenggarakan di Universitas Negeri Padang, 8-9 Oktober 2022.
Gelaran ini dihadiri oleh insan perguruan tinggi, mitra industri, mahasiswa dan perwakilan program unggulan Kampus Merdeka. Kampus Merdeka Fair pada hari pertama diisi dengan Sharing Session terkait program-program Kampus Merdeka dan implementasi kampus merdeka mandiri; Collaborative Insights atau workshop perencanaan program dan keterserapan serta implementasi kampus merdeka mandiri; informasi tentang Kampus Merdeka Hub sebagai sebuah platform untuk seluruh penerima manfaat program MBKM; serta Gala Dinner yang dihadiri perwakilan perguruan tinggi dan mitra.
Selanjutnya Kampus Merdeka Fair hari keduamenghadirkan training dan coaching clinic dari mahasiswa alumni flagship bagi mahasiswa yang tertarik untuk kepesertaan tahun 2023, juga penjajakan kerja sama antarperguruan tinggi serta antara perguruan tinggi dan industri.
“Kampus Merdeka Fair adalah momentum yang tepat bagi kita semua untuk terus memacu peningkatan kuantitas dan kualitas kampus merdeka, dan mewujudkan program kampus merdeka mandiri,” ucap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, saat membuka acara ini, Sabtu (8/10).
Nadiem memahami bahwa tiga tahun terakhir ini bukanlah saat yang mudah karena untuk mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kampus harus melakukan banyak sekali penyesuaian.
“Ibu/Bapak rektor, dekan, dan kaprodi harus menerapkan kebijakan-kebijakan baru. Para dosen harus menyesuaikan pembelajaran di kelas dan adik-adik mahasiswa juga harus mengubah mindset-nya tentang belajar di perguruan tinggi,” papar Nadiem.
Tidak hanya kampus yang harus berubah, tapi juga dunia industri. Industri sekarang harus menjadi mitra bagi kementerian dan perguruan tinggi, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mentransformasi sistem pendidikan Indonesia.
“Berubah memang bukanlah hal yang mudah, tapi kita perlu ingat juga bahwa tidak ada hasil yang mungkin mengkhianati upaya. Kita telah buktikan itu dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka,” tegas Nadiem.
Sebagai sebuah kebijakan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memberikan hak mahasiswa belajar tiga semester di luar kampus atau program studi, telah terbukti secara nyata memberikan dampak yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan. Lebih dari 700.000 mahasiswa dan 2.600 mitra dunia usaha dan industri telah mendaftar untuk mengikuti program Kampus Merdeka.
Baca Juga: 10 Oktober Jadi Hari Mental Health Seluruh Dunia, Bagaimana Sejarahnya
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif dalam program-program Kampus Merdeka mencapai lebih dari 100.000 mahasiswa yang berasal dari 2.600 perguruan tinggi di 35 provinsi. Lebih dari 500 perusahaan serta 117 perguruan tinggi luar negeri telah bergabung sebagai mitra.
“Ini bukti bahwa kita sebenarnya punya tekad untuk bertransformasi. Kita membawa Indonesia melompat lebih tinggi dengan mempersiapkan generasi muda yang bernalar kritis, kreatif, siap menghadapi tantangan dan perubahan, dan memiliki profil pelajar Pancasila,” imbuh Nadiem.
Nadiem juga menjelaskan, Kampus Merdeka mendorong otonomi dan fleksibilitas pendidikan tinggi dalam menjalankan proses pembelajaran yang fleksibel agar lulusan relevan dengan dunia usaha dan industri. Perguruan tinggi diharapkan mulai melaksanakan berbagai program-program Kampus Merdeka secara mandiri dan menjaga keberlanjutan program tersebut sebagai program unggulan di institusinya masing-masing.
Lewat acara ini, perwakilan perguruan tinggi dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik pengembangan Kampus Merdeka mandiri, agar kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dapat berkembang menjadi gerakan yang berkelanjutan.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Diktiristek), Kemendikbudristek, Nizam, menerangkan bahwa tujuan MBKM yang diselenggarakan secara nasional ini adalah untuk memberi peluang yang sama dan terbuka bagi generasi penerus negeri, dari Sabang sampai Merauke.
“Dari kampus besar sampai kampus kecil, di pelosok negeri. Mulai dari mengajar di pelosok negeri, magang di perusahaan bergengsi, hingga bertukar belajar antar provinsi maupun antar negara,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polisi Tahan Satu Tersangka Lagi Kasus Penganiayaan Maut di Siantar, Mobil Ormas Ikut Diamankan
-
7 Tips Feng Shui yang Dipercaya Membawa Keberuntungan di Hari Senin
-
Babak-belur di Tangan Spanyol, Pelatih Arab Saudi Ucap Kalimat Menyentuh
-
Surat Cinta Siswi SD di Nias Utara untuk Prabowo: Bisa Menabung Berkat MBG
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
Fallout Season 3 Bakal Tambah Bintang Anyar, Game Baru Tim Cain Sedang Dipersiapkan
-
Review My Royal Nemesis: Drama Romcom dengan Chemistry yang Sulit Dilupakan
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram