News / Nasional
Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI) Muhammad Qodari di Istana Negara, Jakarta, Senin. [Tangkapan layar]
Baca 10 detik
  • Bakom RI menerima audiensi Indonesia New Media Forum pada 5 Mei 2026 guna membahas perkembangan serta mekanisme kerja new media.
  • Bakom RI menegaskan bahwa new media diposisikan sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan informasi publik tanpa adanya ikatan kontrak formal.
  • Bakom RI menjamin independensi seluruh media dan berkomitmen memperbaiki kesalahpahaman informasi demi menciptakan ekosistem informasi publik yang berkualitas.

Suara.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI memberikan penjelasan lebih lanjut terkait pernyataan mengenai homeless media yang diperkenalkan dengan istilah new media sebagai mitra.

Penjelasan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi yang dikeluarkan Bakom RI, Kamis (7/5/2026).

Mengawali penjelasan, Bakom RI memaparkan kronologi pertemuan antara Indonesia New Media Forum (INMF) dengan Bakom RI.

Berikut kronologinya:

1. Pada Selasa, 5 Mei 2026, Bakom menerima permohonan audiensi dari Indonesia New Media Forum (INMF). Pada awal pertemuan, Bakom dan anggota INMF saling berkenalan.

INMF menjelaskan tentang new media dan organisasi INMF. INMF menyampaikan bahwa mereka berkumpul untuk meningkatkan kualitas dan ruang berkembang. Beberapa informasi yang disampaikan adalah bahwa new media harus memiliki perusahaan, alamat, dan penanggung jawab.

INMF juga memberikan dokumen berjudul New Media Forum 2026. Di dalam dokumen tersebut tercantum nama-nama new media players.

Bakom merespons dengan mengajukan beberapa pertanyaan terkait mekanisme kerja new media, misalnya tentang mekanisme cover both sides yang biasanya menjadi standar dalam media konvensional. INMF menjawab mereka memiliki metode yang disebut “verifikasi”.

2. Pada Rabu, 6 Mei 2026, Bakom mengadakan konferensi pers mingguan dalam rangka pembaruan Program Hasil Terbaik Cepat. Dalam kegiatan tersebut, new media turut hadir.

Baca Juga: Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara

Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana media konvensional. Mitra dalam pengertian bahwa media membutuhkan berita dan pemerintah perlu menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bakom M. Qodari menyebut masih ada beberapa isu yang harus diselesaikan antara new media dengan Dewan Pers dan media konvensional. Namun, menurut pandangan Bakom, new media perlu dijangkau agar dapat meningkatkan kualitas dan standar sehingga produknya makin berkualitas.

3. Penyebutan nama-nama new media dalam konferensi pers tersebut didasarkan pada dokumen yang diberikan INMF kepada Bakom dalam pertemuan 5 Mei 2026.

Setelah itu, Bakom RI menyampaikan empat poin penjelasan lebih lanjut mengenai new media.

Berikut penjelasan Bakom RI:

  1. Bakom melihat realitas media saat ini sudah sangat berubah dan berkembang dibandingkan 20 atau 30 tahun lalu. Saat ini setidaknya ada empat jenis media, yakni media konvensional, new media, media sosial, dan media DFK (disinformasi, fitnah, kebencian). Yang menjadi musuh bersama adalah media DFK.
  2. Saat ini tidak ada kerja sama atau kontrak apa pun antara Bakom dengan INMF maupun salah satu new media yang tercantum dalam dokumen INMF. Istilah mitra telah dijelaskan pada kronologi poin dua.
  3. Bakom menghormati penuh independensi new media maupun media konvensional. Pertemuan dengan berbagai pelaku new media semata-mata bertujuan membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi publik. Tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah.
  4. Jika terdapat penyebutan atau framing yang menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik, hal tersebut menjadi perhatian untuk diperbaiki. Bakom memandang new media sebagai bagian penting dari ekosistem informasi publik yang tetap memiliki independensi masing-masing. Bakom juga terbuka terhadap kritik, koreksi, dan mekanisme cover both sides sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.

Load More