Metro.Suara.com - Tumbuhan Pakis Ekor Monyet atau yang sering disebut Paku Simpai (Cibotium barometz) merupakan salah satu tanaman paku pohon yang sering dijadikan hiasan di rumah.
Banyak pecinta tanaman yang menyukainya, dan harganya pun masih cukup terjangkau. Dalam laman situs jual beli, harga Pakis Ekor Monyet bervariasi, ada yang Rp14 ribu hingga lebih dari Rp50 ribu, tergantung kondisi tanaman dan tingkat keunikannya.
Bentuknya yang unik dengan rambut lembut, pakis muda itu terlihat seperti ekor monyet sehingga tumbuhan ini dijuluki sebagai paku monyet. Tinggi tanaman itu maksimal dapat mencapai hingga tiga meter.
Menurut pihak Balai Karantina Pertanian Lampung, tumbuhan Pakis Ekor Monyet kini mulai banyak dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia. Samsul Hidayat selaku Penanggungjawab Wilayah Kerja Balai Karantina Lampung, yang ada di Bandara Radin Intan, mengatakan, pengiriman tanaman Pakis Ekor Monyet beberapa kali sudah dilakukan.
“Salah satu daerah penghasil Pakis Ekor Monyet yang cukup baik di Lampung, berasal dari Kabupaten Tanggamus. Namun, untuk pengiriman ke luar daerah atau provinsi tetap harus melalui pemeriksaan pihak balai karantina pertanian,” ungkapnya pada Rabu (12/10/2022) dalam siaran tertulisnya.
Salah satu tanaman Pakis Ekor Monyet yang diperiksa pihak balai karantina pertanian Lampung rencananya akan dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan.
“Pengiriman tanaman ini dilaporkan kepada petugas karantina agar dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakannya untuk dilalulintaskan. Jika dinyatakan sehat dan layak maka bisa dikirim atau dilalulintaskan,” terus Samsul lagi.
Tanaman Pakis Ekor Monyet itu diketahui sebagai hasil domestikasi yang dibudidayakan di halaman rumah. Untuk perawatannya, tanaman ini membutuhkan udara dengan suhu rendah dan kelembaban tinggi. Semakin unik bentuknya, maka semakin banyak diminati oleh pencintanya. (*)
Baca Juga: Persiapan Kuliah di Luar Negeri, Kemenag Siapkan Beasiswa Training Bahasa
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Cedera di Laga Liverpool vs PSG, Hugo Ekitike Terancam Absen Panjang
-
Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir Meski Menang dari Atletico Madrid
-
Hasil Liga Champions: PSG Hancurkan Liverpool dengan Agregat 4-0
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan