/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:36 WIB
Perdana menteri (PM) Inggris yang baru, Rishi Sunak. ((Reuters))

Metro.Suara.com - Rishi Sunak menggantikan Liz Truss yang mengundurkan diri setelah 44 hari menjabat.

Sunak menjadi Perdana Menteri (PM) Inggris setelah memenangkan pemilihan yang dilakukan anggota Partai Konservatif pada Senin, 24 Oktober 2022.

Pasar keuangan internasional merespon baik terpilihnya Rushi Sunak sebagai Perdana Menteri Inggris.

Setelah Rushi Sunak terpilih menjadi Perdana Menter Inggris, nilai mata uang Poundsterling tidak banyak mengalami perubahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin sore waktu setempat.

Bahkan selama sebulan terakhir, pundsterling telah jatuh ke posisi terendah sektor terhadap dolar AS dan biaya utang pemerintah telah melonjak.

Ini terjadi setelah kebijakan Liz Truss yang dikenal sebagai Truzzeconomic.

Kebijakan tersebut membuat takut banyak investor, terutama setelah Perdana Menteri Kwasi Kwarten menjanjikan pemotongan pajak besar-besaran.

Pada Senin, 24 Oktober 2022 waktu setempat, biaya utang pemerintah turun menjadi 3,8 persen pada tingkat bunga atau imbal hasil obligasi 30 tahun.

Angka tersebut telah mencapai 5,17 persen pada 28 September setelah janji anggaran mini dan pengumuman selanjutnya oleh Kwarten tentang pemotongan pajak lebih lanjut.

Baca Juga: Tetangga Sebut Anak yang Dirantai di Tabanan Sering Menangis Keras Dan Tak Pernah Keluar

Liz Truss akhirnya mengajukan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris pada Selasa 18 Oktober 2022 waktu setempat.

Partai Konservatif merasa dia tidak mampu menjalankan mandat yang diberikan kepadanya oleh partainya. (*)

Load More