Metro.Suara.com - Tim gabungan Tekab 308 Polsek Pugung dan Polres Tanggamus menangkap pelaku pembuangan bayi laki-laki, di sungai Dusun Suka Bangun, Desa Gunung Terang, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Tersangka merupakan seorang perempuan berinisial EL (23) yang diketahui adalah warga Kecamatan Bulok. Penangkapan terungkap karena rumah tersangka yang tidak jauh dari TKP penemuan mayat bayi.
Mayat bayi laki-laki tersebut diketahui pertama kali oleh seorang saksi bernama Sartini. Ia melihat benda seperti ada boneka yang tersangkut di atas batu aliran sungai.
Sebelumnya, EL merantau di Pulau Jawa dan baru sebulan kembali ke rumahnya. Ia telah dua kali hamil akibat perbuatan terlarang bersama seorang laki-laki asal Bogor, Jawa Barat.
Kapolsek Pugung, Ipda Ori Wiryadi mengatakan, usai melakukan olah TKP dan evakuasi mayat bayi laki-laki yang ditemukan, pihaknya segera melakukan penyelidikan bersama Tekab 308 Presisi Polres Tanggamus.
Dari hasil penyelidikan tersebut, diketahui seorang perempuan mencurigakan yang diduga merupakan pembuang bayi laki-laki tersebut. Sempat dilakukan tindakan persuasif sehingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.
“Pelaku berhasil teridentifikasi sekitar 27 jam pasca penemuan mayat bayi tersebut, selanjutnya pelaku diamankan pada Kamis, 27 Oktober 2022, pukul 18.00 WIB,” ujarnya dalam siaran pers tertulisnya yang dikutip pada Jumat (28/10/2022).
Ori Wiryadi menjelaskan, pelaku mengakui telah melahirkan dan membuang bayinya di TKP. Hal ini disebabkan karena bayi hasil hubungan terlarang bersama pacarnya di wilayah bogor.
“Berdasarkan keterangan pelaku, bayi tersebut dilahirkan seorang diri tanpa bantuan medis di kamar mandi rumah, sehari sebelumnya. Namun setelah beberapa jam bayi meninggal, sehingga ia memutuskan membuangnya ke pinggir sungai, dengan jarak 300 meter dari rumahnya,” jelasnya.
Baca Juga: Satu Korban Banjir Bandang Lamsel Ditemukan, Basarnas Cari Lainnya
Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa kain warna putih yang dgunakan pelaku untuk membungkus bayi saat dibuang.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 341 KUHPidana atau Pasal 342 KUHPidana dan Pasal 76c Juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring