Metro, Suara.com-Anggota Komisi IX DPR RI Itet Tridjajati Sumarijanto mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan penelitian kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak-anak di Indonesia. Ia juga menyarankan agar para peneliti juga melibatkan medical record dalam penelitian yang dilakukan.
Seeprti diketahui saat ini Kementerian Kesehatan RI beserta BPOM dan berbagai pihak tengah melakukan penelitian guna mencari penyebab melonjaknya kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA)/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak-anak di Indonesia.
“Kita lihat dari hulu, kenapa sampai kejadian ini? Tapi saya juga menyarankan tentang medical record itu sendiri karena mereka (Kemenkes dan BPOM) bicara perlunya data, penelitian, surveilans dan pencatatan. Dari mana (sumbernya)? Kalau kita berhubungan dengan kesehatan, ujung-ujungnya pasien,” ujar politisi PDI-P tersebut di Jakarta, Rabu (2/11/2022).
Politisi yang juga mantan Kepala Bagian Medical Record, RSCM itu menjelaskan bahwa medical record tak sekadar pencatatan namun dokumen lengkap yang berisikan perjalanan kesehatan pasien termasuk hasil-hasil penunjang diagnosa. Dijelaskannya selain sebagai penentu diagnosa, medical record juga dapat mendukung penelitian kesehatan.
“Sumber datanya harus dari pasien itu, nah pasien memberi (keterangan) tidak verbal dong karena yang namanya medical record itu dokumen yang berisi tentang penyakit pasien, perjalanannya, pemeriksaannya, saat diobservasi sampai final diagnosis. Dari perjalanannya ketika dia berobat baik poliklinik maupun perawatan itu ada sejarah, riwayat pasien dari dia mulai datang, keluhannya apa, dulu riwayatnya apa dan sebagainya,” jelas politisi yang juga pernah memimpin Medical Record Department di sebuah rumah sakit di Australia.
Menurutnya pada kasus GGAPA yang melanda anak-anak di Indonesia, Itet menyangakan penelitian baru dilakukan setelah munculnya banyak kasus. Merujuk pada paparan Menkes pada Rapat Kerja Komisi IX dijelaskan bahwa data terkait menunjukan jumlah pasien meninggal mencapai 178 orang dari total 325 yang terkonfirmasi.
“Kan tadi dibilang, sebelum itu kan sudah kejadian. Apakah mereka menunggu kalau sudah terjadi yang kasusnya besar baru mereka melakukan penelitian. Harusnya setiap mortalitas, setiap kematian harus selalu diteliti kenapa penyebabnya. Bukan setelah banyak gini. Tapi kan mungkin mereka tidak punya medical record. Begitu lah akhirnya nabrak sini-nabrak sana karena tidak punya data yang terencana.” jelas Legislator Dapil Lampung II itu.
Itet juga menjelaskan bahwa medical record juga bisa digunakan dalam berbagai perencanaan yang berkaitan dengan layanan kesehatan seperti pengadaan obat-obatan untuk mengantisipasi wabah maupun kejadian seperti GGAPA ini.
Baca Juga: Komisi IX DPR Sepakat Bentuk Panja, Investigasi Gagal Ginjal Akut pada Anak
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Di Tengah Kontroversi Piala Afrika, Pelatih Maroko Tegaskan Fokus ke Piala Dunia 2026
-
Jadwal Super League 2025/2026 Usai FIFA Series, Persija dan Persib Tanding di Waktu yang Sama
-
Penantian 40 Tahun, Irak Akhirnya Lolos ke Piala Dunia 2026
-
Berapa Harga Pertalite Jika Tidak Disubsidi? Ini Sejarah Kenaikan BBM
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Takut Asam Lambung Naik? Ini 4 Cara Aman Puasa Daud untuk Wanita agar Tetap Fit
-
Lebaran Gaya Sultan, Wamenhub Suntana Ungkap Lonjakan Order Jet Pribadi di Tengah Konflik Global
-
Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta: Menyelami Makna dari Cahaya yang Tak Terlihat
-
Trailer Beredar, Game Arcade Legendaris Truxton Extreme Siap ke Konsol dan PC
-
Meledak di Timnas! Menit Main Elkan Baggott dalam 3 Hari Kalahkan Semusim di Ipswich Town