Metro, Suara.com- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendorong agar Pemerintah Daerah memiliki sistem deteksi dini bencana guna mendeteksi potensi-potensi bencana.
Hal tersebut disampaikannya kepada Walikota Bogor dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam acara Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi VIII DPR RI di Bogor, Jawa Barat, Jumat (4/11/2022)
“Saya ingin memastikan bahwa setiap bencana, ada sistem deteksi nya. Dan Bogor sebagai Kota Hujan harusnya sudah memiliki sistem teknologi yang mendeteksi potensi-potensi bencana. Termasuk juga soal tata ruangnya. Ini yang paling penting”, ungkap Ace dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/11/2022)
Menurutnya saat ini jumlah sistem deteksi dini bencana yang dimiliki Kota Bogor diketahui belum memadai. Oleh karena itu, ia meminta agar alat deteksi dini dapat dipasang secara merata di seluruh titik-titik rawan.
“Supaya deteksi dininya bisa segera dipasang disemua tempat. Lebih penting melakukan deteksi itu”, lanjut Ace.
Meski tujuan utama Komisi VIII DPR adalah kunjungan kerja dalam rangka pengawasan terhadap kesiapsiagaan Kota Bogor dalam menghadapi potensi bencana. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan bencana bukan urusan atau kepentingan politik, tetapi urusan kemanusiaan. Hal ini merupakan amanat konstitusi.
"Saya ingin menyampaikan, soal penanggulangan bencana ini bukan urusan politik, tapi urusan kemanusiaan. Ini harus kita pahami sebagai tugas kemanusiaan dan tugas utama konstitusi negara yaitu melindungi segenap rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, Ketua DPD Golkar Jabar tersebut juga menyampaikan pentingnya mendorong kesiapsiagaan bencana dan peran serta masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Saya kemarin dari Bandung Barat. Menghadiri simulasi deteksi dini dari bencana longsor. Mendorong partisipasi masyarakat untuk menghadapi kesiapsiagaan bencana tentu menjadi kunci dari kita dalam menghadapi bencana”, terangnya.
Baca Juga: Ace Hasan Minta Perhatian Serius Pemerintah dalam Program Perlindungan Sosial
Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya menyampaikan bahwa salah satu tantangan penanggulangan bencana di Kota Bogor adalah minimnya personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “BPBD itu kan personelnya terbatas untuk melakukan perhitungan, kalkulasi perencanaan," ungkapnya.
Mengenai hal tersebut, ia berharap bahwa semua instansi pemerintahan di Kota Bogor dapat berkolaborasi dalam menghadapi potensi bencana. “Yang pasti kita juga berkolaborasi dengan semua. Teman-teman kepolisian untuk melakukan pengamanan di masa-masa sekarang yang masih darurat. Menurut teman-teman BMKG sampai bulan Januari,” demikian ujar Bima Arya
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
Terkini
-
Jangan Baca Pesan Terakhirku
-
Terungkap! Maarten Paes Blak-blakan Soal Peran Penasihat Teknis PSSI di Balik Transfernya ke Ajax
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
5 Film dan Series Tayang di Prime Video Maret 2026, Siren's Kiss Sampai Young Sherlock
-
Kronologi Pembunuhan Sadis di Tanjungpinang, Pelaku Tega Potong Tubuh Istri
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar
-
Fariz RM Diam-Diam Bebas Penjara, Tak Ada yang Jemput: Kayak di Film-Film