Bisnis / Keuangan
Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa parkir di zona merah pada penutupan pekan ini dengan investor asing telah kabur Rp53 triliun dari pasar saham sepanjang tahun ini. Foto Suara.com
Baca 10 detik
  • IHSG sepekan melemah 0,56% ke level 6.127,381 akibat tekanan jual.
  • Volume transaksi harian BEI anjlok tajam hingga 15,60% pekan ini.
  • Investor asing kabur massal, catat net sell Rp53,97 triliun selama 2026.

Suara.com - Pasar modal Indonesia kembali diselimuti awan mendung setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan terpaksa parkir di zona merah pada penutupan pekan ini dengan investor asing telah kabur Rp53 triliun dari pasar saham sepanjang tahun ini.

Sentimen negatif kian kental terasa seiring aksi obral besar-besaran yang dilakukan oleh investor asing, memicu kekhawatiran akan stabilitas pasar ke depan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilihat Sabtu (30/5/2026) indeks tercatat merosot 0,56% dalam sepekan, ambruk ke level 6.127,381 dari posisi pekan lalu di 6.162,045.

Penurunan indeks ini juga dibarengi dengan merosotnya minat transaksi di bursa. Rata-rata frekuensi transaksi harian anjlok signifikan sebesar 10,87% menjadi 2,11 juta kali transaksi, dari yang sebelumnya mampu mencapai 2,37 juta kali.

Lebih parah lagi, rata-rata volume transaksi harian juga mencatat kontraksi tajam sebesar 15,60%, menyusut menjadi 30,95 miliar lembar saham dari 36,67 miliar lembar pada pekan lalu.

Kondisi ini dipertegas oleh runtuhnya kepercayaan investor asing terhadap pasar domestik. Pada perdagangan hari terakhir saja, asing membukukan nilai jual bersih (net sell) yang fantastis mencapai Rp8,519 triliun.

Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, dana asing yang keluar dari BEI telah menembus angka yang mengkhawatirkan, yaitu sebesar Rp53,971 triliun.

Meski rata-rata nilai transaksi harian melonjak 30,37% menjadi Rp28,38 triliun dan kapitalisasi pasar naik tipis 0,88% ke Rp10.729 triliun, para analis menilai lonjakan nilai ini lebih mencerminkan tingginya tekanan jual dan kepanikan pasar.

Baca Juga: MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

Load More