Alkisah disebuah kerajaan, salah satu mimpi besar sang raja adalah membangun tempat berkumpul untuk para rakyatnya yang kreatif seperti di kerajaan-kerajaan lainnya. Usai dilantik, tidak tanggung-tanggung sang raja menjanjikan 22 ruang kreatif di seluruh wilayah kekuasannya. Belakangan ia beri nama mimpi dan janjinya tersebut MCH. Janji tersebut disebarluaskan oleh para patihnya lewat berbagai pamflet.
Sang Raja berupaya membahagiakan rakyatnya sekaligus meningkatkan perekonomian lokal kerajaanya. Sebuah mimpi mulia untuk meningkatkan kebanggaan rakyatnya serta meningkatkan daya saing kerajaan. Bayangkan, jika kerajaan lain baru sanggup membangun satu ruang kreatif, ini 22 ruang kreatif sekaligus dijanjikan diseluruh wilayah.
Mengetahui ini adalah janji unggulan raja, salah seorang patih bahkan menelpon patih lainnya untuk mengatakan bahwa dirinya siap mengerjakan mimpi sang raja dan meminta penempatan bekal di kepatihannya. Sayangnya tak lama berselang seluruh kerajaan diterpa wabah dan krisis anggaran mulai terjadi.Walhasil, kelesuan mulai terjadi di kalangan patih kerajaan.
Meski demikian sejak dua tahun terakhir Badan Perencanaan Pembangunan Kerajaan yang konon berisi orang-orang terbaik dan pilihan di kerajaan tersebut "tampak sibuk" memikirkan bagaimana cara mewujudkan MCH ini. Sejumlah penelitian, FGD, inkubasi, hingga nyantri ke berbagai kerajaan lain juga dilakukan oleh para patih guna merealisasikan gagasan sang raja. Rapat-rapat di kerajaan tersebut juga dapat diikuti rakyat lewat media-media resmi kepatihan dan kerajaan.
Tak cukup sampai disitu naturalisasi patih dari kerajaan tetangga juga turut dilakukan untuk memperkuat squad patih kerajaan guna menghadirkan mimpi dan janji sang raja. Masih belum cukup, sejumlah pemikir dari padepokan-padepokan yang ada di sekitar kerajaan juga dilibatkan untuk merealisasikan mimpi kerajaan yang telah diatur lewat Peraturan Kerajaan tersebut.
Dua tahun berselang sang raja menanyakan kabar sejauh mana mimpinya telah dikerjakan oleh para patihnya karena rakyatnya yang dikenal kritis dan kreatif telah bersabar menunggu. Terlebih, jangankan 22, satu saja belum tampak wujudnya.
Para patih kembali dihadirkan untuk memberi paparan di depan raja. Paparan demi paparan dengan bumbu istilah-istilah asing dari kerajaan lain tak kunjung pada kesimpulan. Sang Raja kembali mengelus dada, sejumlah anggaran kerajaan yang telah digelontorkan menguap sia-sia dan tak membuat mimpi dan janjinya menjadi kenyataan. Meski demikian sang raja tetap berbaik sangka kepada para patihnya.
Perlahan para patih senior mulai memutar otak bagaimana mengatasi persoalan ini. Dua Patih utama sang raja mulai diturunkan untuk mengatasi keadaan di tengah para punggawa yang pelan-pelan mulai terserang amnesia.
Disisi lain,mimpi unggulan lainnya baru saja berhasil diresmikan oleh sang raja. Lewat kerja Sistem Kebut Semester dan didukung anggaran khusus untuk mewujudkannya. Kali ini para patih juga tidak salah meramu bahan dan berbagi kue. Meski terjadi pembengkakan anggaran, Sang Raja masih dapat tersenyum dan terjaga wibawanya karena berhasil mewujudkan janji memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya.
Baca Juga: Program Startup Studio Indonesia Sudah Luluskan 80 Perusahaan Rintisan
Para Patih tersenyum puas,janji menghadirkan sebuah Mall di Kerajaan telah terlaksana. Di kerajaan tersebut memang inilah mall pertama yang diresmikan. Sebelumnya kerajaan ini baru memiliki pasar,swalayan, dan kebetulan belum memiliki mall apalagi bioskop.
Tak kurang akal,sang patih yang baru saja dilantik menghadirkan TV layar besar tanpa suara didepan mallnya, tepat dipinggir jalan utama kerajaan. Sang Patih seakan hendak mengirim pesan "Kutau yang Kau Mau". Biar tambah sedap Patih juga mengabarkan bahwa dalam waktu dekat Sang Raja akan diundang ke Ibukota Kekaisaran untuk meresmikan mall tersebut bersama para raja dari kerajaan lainnya.
Kini di penghujung dua tahun kepemimpinan sang raja, para patih dan punggawa meski tidak lagi sepercaya diri diawal tentu harus tetap melapor. "Lapor, MCK sudah siap dilaunching!,."Patih lainnya juga melapor bahwa sarana dan prasarana juga sudah siap, punggawa lain ikut menimpali, betul semua juga sudah siap untuk tepuk tangan,tari-tarian juga telah disiapkan.
Sang raja yang telah mendapat banyak masukan rakyatnya sontak bingung mengapa mimpi dan janji unggulanya pada rakyat akan MCH sebatas MCK. Usut punya usut rupanya para Patih kebingungan membedakan antara MCH dan MCK sehingga salah menyiapkan racikan. Terlebih kerajaan tengah diterpa krisis anggaran. Alhasil para punggawa akhirnya sekedar menganggarkan pengerjaan MCK untuk MCH tersebut.
Di ujung jalan,Palen yang mulai kecewa akhirnya mengerti bahwa rupanya para patih dan punggawa andalan sang raja tak tau bedanya antara MCH dan MCK. Sambil menyeruput kopi Palen menggerutu "Mbok kalo ga bisa membuat rakyat tertawa setidaknya buatlah rakyat tersenyum."
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup
-
Diskon Spesial! Makan Siang Hemat di Hachi Garden Khusus Pengguna BRImo
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
-
Kulineran Seru di Oemah Boto Dapat Cashback hingga Rp500 Ribu dari BRI
-
Promo BRI, Beli Buku di Gramedia Ini Dapat Diskon 20 Persen!
-
OJK Kebut Merger BPR, 200 Lebih Bank Masih Antre Konsolidasi