- Kepala PSAD UII Masduki mendesak Presiden Prabowo segera melakukan reformasi tim ekonomi demi mengatasi krisis kepercayaan publik nasional.
- Langkah perbaikan tersebut mencakup evaluasi posisi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta peninjauan ulang program Makan Bergizi Gratis.
- Pembenahan tata kelola dan kepemimpinan independen diperlukan guna memulihkan kepercayaan investor serta stabilitas ekonomi Indonesia saat ini.
Suara.com - Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII), Masduki, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi tekanan ekonomi dan menurunnya kepercayaan publik. Salah satu langkah yang dinilai mendesak adalah melakukan reformasi tim ekonomi, termasuk mengevaluasi posisi Menteri Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa.
Menurut Masduki, persoalan yang dihadapi pemerintah saat ini bukan semata-mata pelemahan nilai tukar rupiah, melainkan juga krisis kepercayaan terhadap pemerintah yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas jika tidak segera ditangani.
Ia menegaskan kepercayaan publik dan investor menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
"Tentu dia (Prabowo) harus melakukan aksi yang bisa membangun trust publik. Kuncinya kan di kepercayaan," kata Masduki kepada Suara.com, Senin (8/6/2026).
Masduki menilai langkah pertama yang harus dilakukan Prabowo adalah melakukan reformasi struktural terhadap tim ekonomi pemerintah. Menurutnya, pergantian sejumlah pejabat ekonomi diperlukan untuk mengembalikan keyakinan masyarakat terhadap arah kebijakan pemerintah.
"Dia harus pertama-tama melakukan reformasi tim ekonomi. Jadi menteri keuangan harus diganti, kemudian gubernur BI, wakil gubernur BI yang kebetulan juga ponakannya harus diganti," ujarnya.
Selain merombak tim ekonomi yang dipimpin Purbaya Yudhi Sadewa, Masduki juga meminta pemerintah mengevaluasi sejumlah program yang selama ini menjadi sorotan publik, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Harus meninjau ulang program makan bergizi gratis," imbuhnya.
Masduki berpandangan bahwa tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini lebih besar dari sekadar persoalan ekonomi. Ia menilai telah terjadi krisis kepercayaan dari investor asing maupun masyarakat Indonesia terhadap kepemimpinan Prabowo.
Baca Juga: Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot
"Banyak analis yang saya sepakat bahwa ini sebenarnya tidak hanya krisis rupiah, krisis ekonomi, tapi lebih penting krisis kepercayaan dari investor asing, dari masyarakat Indonesia sendiri terhadap Prabowo," ucapnya.
Ia juga menyoroti persepsi publik yang masih mengaitkan pemerintahan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Karena itu, ia mendorong Prabowo menunjukkan kepemimpinan yang lebih independen dan kredibel.
"Prabowo harus menghentikan upayanya untuk atau keadaan yang terus di bawah bayang-bayang Jokowi dan dia bekerja sendiri secara kredibel," ujarnya.
Masduki menilai upaya pemulihan kepercayaan publik harus dibarengi dengan pembenahan tata kelola pemerintahan, pemberantasan korupsi, serta konsistensi dalam memperbaiki sektor ekonomi.
"Dia bekerja sendiri secara kredibel dengan meninjau kembali kepengurusan, memberantas korupsi dan konsisten menunjukkan upaya-upaya pembenahan sektor ekonomi sehingga rupiah bisa turun kembali atas dasar munculnya lagi kepercayaan publik nasional dan internasional," tandasnya.
Berita Terkait
-
Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Purbaya Tertawakan Kabar Dirinya Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan
-
Mungkinkah Prabowo Dua Periode Lewat Politik Gentong Babi?
-
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Jelang Vonis, Tim Advokasi Minta Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Dihentikan
-
Pemprov Jateng Raih WTP 15 Kali Beruntun, Bukti Nyata Akuntabilitas Anggaran
-
Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500
-
Biar Hemat Gizi Terjamin, DPR Desak Dapur MBG Berbasis Sekolah
-
Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot
-
IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel
-
Nikel Indonesia Kuasai Pasar Global, Tapi Apakah Industrinya Sudah Berkelanjutan?
-
Jalur Rahasia Forwarder Terbongkar, Jutaan Kosmetik China Ilegal Banjiri Pasar
-
Said Iqbal Masuk Istana! Prabowo Lantik Tokoh Buruh Jadi Penasihat Sore Ini
-
Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran