Metro, Suara.com-Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu lalu melahirkan berbagai dampak tak terkecuali dampak ekonomi diseluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Seperti dilansir Kementrian Bidang Perekonomian, Krisis keuangan, pangan, dan energi global yang terjadi saat ini dan ditambah dengan tekanan inflasi menjadikan dunia dibayangi dengan ancaman resesi.
Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2023 berada pada kisaran 2,3%-2,9%. Proyeksi tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun 2022 yang berada pada kisaran 2,8%-3,2%.
Menko Airlangga Hartarto melalui siaran persnya (18/10/2022) lalu juga menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan pengendalian inflasi dengan cukup baik, dimana saat ini inflasi berada di 5,9%.
“Dalam upaya pengendalian inflasi, Pemerintah telah melaksanakan sejumlah langkah seperti mendorong kolaborasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan mengoptimalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk tematik ketahanan pangan dan pemanfaatan 2% Dana Transfer Umum (DTU) untuk membantu sektor transportasi dan tambahan perlindungan sosial,”ungkapya.
Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyebutkan ada tiga strategi yang akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi ancaman resesi 2023. Salah satu strategi tersebut adalah pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan. Sehingga, akan terus digalakan gerakan tanam pekarangan, food estate, serta peningkatan produktivitas dan percepatan musim tanam.
Sementara itu guna mengendalikan laju inflasi di daerah, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian beberapa waktu lalu juga telah menyampaikan beberapa arahannya. Salah satunya adalah Gerakan tanam pangan cepat panen. Gerakan ini diimplementasikan lewat gerakan menanam tanaman seperti cabai bawang dan lain-lain sebagai upaya mencukupi ketersediaan pangan rumah tangga, gerakan ini perlu diinisiasi dari seluruh komponen masyarakat seperti PKK, Babinsa, Babinkamtibmas.
Walikota Metro, Wahdi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Pemerintah Kota Metro terus berusaha menjalankan arahan pemerintah pusat yakni memperkuat sinergi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk mempercepat stabillisasi harga.
“Selain menggalakan Gertapaga, Pemerintah Kota Metro juga terus berupaya memprioritaskan ketahanan pangan dengan menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga-harga pangan,”ujarnya.
Wahdi menambahkan bahwa berkat usaha bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Metro masuk dalam tiga besar kabupaten/kota dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkinerja terbaik se-Sumatera dalam ajang TPID Awards 2021. Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan, di Surabaya, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Di Lampung Fair 2022, DKP3 Metro Hadirkan Nuansa Hijau dan Pertanian Terpadu
Pencanangan Gertapaga di Kota Metro sendiri telah dimulai sejak 19 Agustus 2022 yang ditandai dengan penanaman cabai sebanyak 22.000 bibit cabai. Pada level implementasi kebijakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro Hery Wiratno, menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Pangan Keluarga (Gertapaga) ini sendiri adalah untuk mengkampanyekan pangan B2SA (beragam, bergizi, seimbang dan aman). karena tidak ada satupun bahan pangan yang benar-benar bisa mencukupi kebutuhan tubuh akan gizi seimbang.
“Pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk penanggulangan keluarga yang beresiko stunting. Hal ini juga merupakan upaya dalam menghadapi ancaman krisis pangan, serta mewujudkan ketahanan pangan keluarga, dan menjaga agar tidak terjadi inflasi,” kata Hery.
Hery menambahkan bahwa Gertapaga ini dilakukan secara serentak di 22 Kelurahan di Kota Metro. Dimana kegiatan yang melibatkan Kader PKK dan Kelompok Wanita Tani, ini mendistribusikan bibit cabai sebanyak 22.000 batang siap tanam.
“DKP3 juga memiliki tim pendamping Gertapaga yang turun ke 22 Kelurahan untuk memantau perkembangan bibit cabai yang dibagikan,”tambahnya.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Silfia Naharani mengajak kepada seluruh warga Kota Metro terutama ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam dan bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sehari-hari.
“Gertapaga ini akan terus kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui ibu-ibu PKK di seluruh Kota Metro,”ujarnya.
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru
-
Diserempet dan Digertak Warga Lokal di Bandung, Ricky Five Minutes Beri Jawaban Menohok
-
Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026
-
Bareskrim Sita 23 Ton Pangan Ilegal di Pontianak, Pemasok Utama Diburu
-
Guru Besar Diduga Minta Foto Bikini Mahasiswi, Rektor Unpad Buka Suara
-
Adu Ketangguhan Mobil Listrik Jaecoo J5 vs Byd Atto 1, Mana Paling Kuat dan Bandel?
-
7 Mobil PHEV 7 Seater Termurah di Indonesia: Desain Mewah Berkelas, Kabin Super Luas
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD