Bambu, pisang, dan kelapa ditanam hampir di semua desa koloni di Metro. Lampung merupakan salah satu hotspot keanekaragaman tumbuhan pohon tersebut. Secara alami mereka hanya tumbuh liar. Pohon kelapa melimpah di daerah pesisir, sedangkan pisang dan bambu ada dimana-mana di hutan dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Dan ketiga tanaman ini dibudidayakan di halaman belakang koloni. Nilai tanaman Bambu, Pisang dan Kelapa bagi masyarakat Jawa terkait dengan tradisi mereka.
Meskipun Bambu memiliki nilai penting bagi masyarakat Jawa, para penjajah tidak secara langsung menemukan/memanfaatkan bambu pada tahap pertama kedatangannya. Ketika penjajah tiba, mereka harus membangun tempat berlindung. Tempat penampungan itu bersifat sementara sebelum mereka bisa membangun rumah adat yang lebih besar. Struktur shelter dan rumah berasal dari kayu. Bahan-bahannya melimpah di sekitar tempat berlindung mereka. Bambu dibudidayakan setelah rumah dan ladang siap. Dan akhirnya bambu menjadi salah satu tanaman yang selalu dibudidayakan di desa-desa penjajah
Lampung sendiri memiliki banyak jenis pisang. Tapi kebanyakan mereka tumbuh liar. Sejak penjajah tiba, mereka secara bertahap menanam lebih banyak pisang di dekat pemukiman mereka. Di seluruh pekarangan kampung penjajah kita bisa dengan mudah menjumpai berbagai pohon pisang. Buah pisang sangat penting bagi masyarakat Jawa. Mereka menggunakan buah pisang dalam ritual dan pesta tradisi mereka.
Dalam tradisi Jawa, kelapa merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Penjajah Jawa memiliki kepercayaan bahwa semua bagian kelapa berguna untuk kehidupan mereka. Kayu adalah salah satu bahan terbaik untuk struktur rumah. Daun muda untuk pembungkus makanan yang direbus, sedangkan daun tua untuk bahan atap. Buahnya untuk minyak dan juga makanan.
Kawasan desa kolonisatie terletak di sekitar Metro (sekarang termasuk Lampung Tengah, kota Metro, dan Lampung Timur. Sebenarnya hingga tahun 1990-an nama-nama desa kurang populer dibandingkan dengan nomor-nomor persil. Jika ke desa-desa tersebut, masyarakat lebih mengenalnya. nomor dari pada nama desa, hal ini terjadi karena pada saat pembuatan nomor tempat tidur orang mengenal dan hapal sebelum nama desa dibuat.
Ditanam untuk Kebutuhan sehari-hari
Jika Anda pergi ke lokasi, tanaman pohon ini ada di mana-mana. Mereka sebagian besar tersedia di halaman belakang. Dan tanaman ini juga ditemukan di semua desa Jawa di Provinsi Lampung. Pisang, bambu, dan kelapa ditanam di sekitar rumah mereka. Namun fakta yang menarik adalah, bahwa mereka membudidayakan tanaman pohon tersebut untuk kepentingan pribadi mereka. Bukan untuk tujuan komersial. Jadi nilai tanaman tersebut bagi masyarakat Jawa sangatlah penting.
Muryanto Paiman (Peminat Sejarah,lahir dan menghabiskan 23 tahun pertama saya di Landbouw-kolonisatie, di bedeng 30A. Saya adalah generasi ketiga dari kelompok angkatan keempat. Kakek dan keluarga saya tiba di Metro pada tahun 1939 dan berasal dari Jawa Timur )
Artikel ini diterjemahkan bebas dari artikel aslinya berjudul The value of BBC plants for Javanese peoples in the “Landbouw-kolonisatie” in Metro, Lampung Province
Baca Juga: Gertapaga, Upaya Pemkot Metro Wujudkan Ketahanan Pangan Di Tengah Ancaman Resesi
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
-
Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
Terkini
-
Perang AS-Israel vs Iran Memanas, GP Bahrain dan Arab Saudi Batal Digelar? FIA Buka Suara
-
Media Belanda Bongkar Kebohongan Patrick Kluivert, Momen Paling Memalukan di Live TV
-
Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Perbandingan Samsung Galaxy S26 Ultra vs Samsung Galaxy S25 Ultra, Duel HP Flagship Ternama
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
-
Gagal Cuan tapi Menang Oscar! 5 Film Buktikan Angka Box Office Bisa Menipu
-
PM Anwar Ibrahim Sanjung Try Sutrisno 'Negarawan Sejati': Malaysia Berduka Sedalam-dalamnya