Metro, Suara.com- Revitalisasi Halaman Rumah Asisten Wedana mengusung konsep Gotong-Royong Kembalikan Ingatan Sejarah. Hal tersebut dikatakan Andi Setiono selaku arsitek yang diminta Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Metro untuk membantu mendesain penataan halaman Rumah Asisten Wedana Metro.
Ia mengatakan bahwa desain ini dibuatnya secara sukarela sebagai kontribusi keilmuanya sekaligus menjadi bagian dari gotong-royong pelestarian cagar budaya yang ada di Kota Metro.
“Pemugaran bangunan utama masih harus menunggu studi perencanaan dan studi teknis yang akan dilakukan oleh Dinas PUTR pada semester pertama 2023, nah sambil menunggu studi tersebut, TACB Metro akan melakukan penataan kawasan halaman terlebih dahulu yang bukan merupakan bangunan cagar budaya,”jelas arsitek alumnus UII tersebut, Rabu (21/12/2022).
Terpisah Kadis PUTR Kota Metro Robby mengatakan bahwa pihaknya memastikan bahwa studi teknis dan perencanaan pemugaran Rumah Asisten Wedana akan dilaksanakan pada awal tahun 2023.
“Harapannya studi akan selesai paling lambat di Semester pertama 2023 dan bila tersedia anggaran maka pemugaran akan dilaksanakan pada semester kedua 2023 atau di Anggaran Perubahan nanti,sekarang paling tidak sesuai ketentuan undang-undang pemugaran hatus didahului dengan studi teknis”jelasnya.
Sementara itu Siti Rogayati Seprtita dari TACB Metro menjelaskan bahwa konsep yang diusung dalam revitalisasi halaman rumah asisten wedana ini sendiri adalah gotong-royong dimana semua pihak dapat ikut berkontribusi.
“Yang arsitek membantu membuatkan gambar dan site plan, sejarawan mencari cetak biru bangunan, warga yang bergotong-royong melakukan land clearing, sektor Perbankan yang juga akan ikut berkontribusi dan pemerintah kota yang tentu akan ambil bagian,”jelasnya.
Sejumlah elemen sejarah akan hadir dalam desain seperti Tugu Rookmaker yang diwujudkan dalam pilar-pilar gerbang.
“Tugu itu sudah tidak ada lagi saat ini dan sekarang berusaha untuk dikembalikan replikanya dalam bentuk pilar-pilar sebagai upaya mengembalikan memori sejarah,”jelasnya.
Baca Juga: Rumah Asisten Wedana dan Sejarah Kota Metro
Sementara konsep publik akan hadir lewat taman sederhana dan kursi tribun yang menggambarkan kesan egaliter dan terbuka bagi semua kalangan.
Seprita menambahkan Rumah Asisten Wedana sendiri dahulunya merupakan ruang berkumpul masyarakat dan kegiatan-kegiatan publik berupaya direvitalisasi secara bertahap untuk mengembalikan jiwa yang sempat hilang.
“Hal tersebut tertulis dalam sejumlah pemberitaan koran Belanda seperti De Locomotief yang terbit pada 23 November 1939,”jelasnya.
Seprita juga mengatakan bahwa pada awal 2023 Kick Off Revitalisasi Rumah Asisten Wedana akan digelar yang dimulai dengan penataan halaman.
“Tentu kita memerlukan dukungan dari berbagai kalangan, TACB Metro membuka partisipasi dari seluruh kalangan masyarakat dan Warga Metro untuk terlibat dalam revitalisasi halaman Rumah Asisten Wedana ini, “ungkapnya.
Fanny Hasibuan dari BNI Metro mengatakan bahwa pihaknya akan ikut mendukung dan berkontribusi pada gerakan ini.
“Insya Allah, BNI Metro juga akan ambil bagian dan peran dalam revitalisasi ini bersama masyarakat lainnya sebagai kontribusi kami terhadap pelestarian cagar budaya yang ada di Kota Metro, terlebih Rumah Asisten Wedana Metro merupakan salah satu saksi sejarah perkembangan Kota Metro,”jelasnya.
Ia juga ikut mengajak berbagai kalangan lainnya untuk bersama-sama ambil bagian dan peran dalam pekerjaan bersama ini.
Senada Kadiskominfo Kota Metro Subehi mengatakan pihaknya juga akan ikut berkontribusi dalam revitalisasi halaman Rumah Asisten Wedana.
“Bentuk kontribusinya sedang digodok yang pasti kami ingin terlibat dalam revitalisasi fasilitas budaya ini yang juga merupakan program unggulan Pemerintah Kota Metro,”jelasnya.
Hal yang sama diungkapkan Kadis PKP Kota Metro Syachri Ramadhan yang tengah menunggu desain komperehensif dari site plan penataan halaman rumah wedana.
“Insya Allah kami juga akan ikut berkontribusi masih menunggu gambarnya sehingga mana yang bisa menjadi wilayah dan tupoksi kami,"pungkasnya.
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Mentalitas Juara! Arsenal Libas Chelsea 2-1, Duduk Manis di Puncak Klasemen
-
Menuai Polemik, Gubernur Kaltim Akhirnya Kembalikan Mobil Dinas Baru Rp8,49 Miliar
-
Dua Laga Tak Menang, Persik Kediri Bidik 3 Poin Lawan Persis Solo
-
7 Fakta Tragis Kebakaran di Semarang: Lansia 94 Tahun Tewas, Diduga karena Rokok
-
Ali Khamenei Apakah Syiah? Pemimpin Tertinggi Iran Dikenal Sederhana dan Tidak Boleh Kaya
-
Harga Minyak Brent Melonjak 10 Persen, Menuju USD100 Akibat Perang Iran
-
Lebaran Tinggal Berapa Hari Lagi? Begini Hitungan Versi Kemenag, NU, dan Muhammadiyah
-
Virgoun Tegaskan Inara Rusli Satu-satunya Ibu Starla, Lindi Fitriyana Cukup Jadi Sahabat
-
Persis Solo Fokus Kembalikan Rasa Percaya Diri Jelang Hadapi Persik Kediri
-
Rebutan Kursi! Mudik Gratis DKI 2026 ke Jawa Tengah dan Jogja Dibuka, Ini 7 Hal Wajib Kamu Tahu