Metro, Suara.com- Senator Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M menggelar kunjungan kerja ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung, Selasa (3/1/2023). Dalam kunjungan kerja ini, sejumlah aspirasi diungkapkan pihak BBPOM Bandar Lampung, antaralain terkait pentingnya regulasi UU Pengawasan Obat dan Makanan.
Kedatangan Senator Jihan disambut Plt Kepala BBPOM Bandar Lampung, Drs. Zamroni, Apt, Kepala Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang Adjis Sanjaya, S.si, serta jajaran BBPOM Bandar Lampung.
Dalam paparannya, senator Jihan menyampaikan kedatangannya sebagai salah satu kerja legislasi dalam rangka penguatan kelembagaan BBPOM.
“Saya senang sekali disambut dengan hangat, sudah berkeliling ke kantor BBPOM tadi banyak sekali perkembangan yang mengesankan, terkahir saya ke sini sebelum pandemic (Covid-19), semoga juga pelayananya semakin mengesankan. Saya sebagai anggota DPD RI, ditugaskan untuk menginventarisasi aspirasi dalam lingkup BBPOM Bandar Lampung, dalam hal penguatan kelembagaan BPOM RI,” ujarnya.
Menyambut hal ini, Plt Kepala BBPOM Bandar Lampung menyampaikan, beberapa kendala yakni, belum memiliki payung hukum atau Undang Undang Pengawasan Obat dan Makanan, kurangnya kepatuhan pelaku usaha dalam pemenuhan produksi dan distribusi obat dan makanan, dan kurangnya kesadaran pemangku kepentingan dalam menindaklanjuti hasil pengawasan obat dan makanan.
“Cakupan pengawasan Balai Besar POM di Bandar Lampung meliputi 12 kabupaten/kota. Loka POM di Kabupaten Tulang Bawang meliputi 3 kabupaten (Kabupaten Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat dan Mesuji). Untuk mengawal di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai dengan analisis beban kerja masih kekurangan pegawai sebanyak 45 orang,” ujarnya.
Selain itu, daerah pengawasan terjauh yakni Kabupaten Lampung Barat dan Kabupaten Pesisir Barat dengan waktu tempuh lebih kurang 6 jam, sehingga kegiatan pengawasan masih dapat dilakukan.
“Jumlah pegawai PNS 85 orang dan PPNPN 27 orang, untuk mendukung kegiatan pengawasan obat dan makanan dengan rincian: Pemeriksaan 17 orang, penindakan 7 orang, informasi dan komunikasi 8 orang, Pengujian 27 orang dan Tata Usaha 26 orang (terdiri dari 1 struktural, 66 tenaga fungsional dan 14 pelaksana),” ungkapnya.
Berkaitan anggaran, ia menjelaskan anggaran BBPOM di Bandar Lampung TA. 2022 sebesar Rp 32,180,208,000,- realisasi 98,34%, pada tahun anggaran 2023 sebesar Rp 34.787.743.000.
Baca Juga: Arisan Maporina, Senator Jihan Tekankan Pertanian Organik
“Anggaran tersebut belum mengakomodir untuk belanja modal, alat laboratorium, renovasi Gedung laboratorium, kendaraan operasional, alat lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut Zamroni menyampaikan, Obat dan makanan yang beredar di masyarakat belum sepenuhnya terjamin keamanannya untuk dikonsumsi.
“Hasil pengawasan masih banyak ditemukan produk obat dan makanan tanpa memiliki ijin edar, rusak, atau kadaluarsa yang beredar di masyarakat (hasil pengujian sampel tahun 2022 tidak memenuhi syarat 4,5%).
Balai Besar POM di Bandar Lampung telah berupaya dengan melakukan intensifikasi pengawasan obat dan makanan, bekerja bersama pemerintah daerah melalui dana alokasi khusus non fisik untuk digunakan dalam pengawasan obat dan makanan, meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti gerakan keamanan pangan desa, pangan jajanan anak usia sekolah aman dari bahan berbahaya, pasar aman berbasis komunitas, komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat, BPOM Goes to Campus, pendampingan pelaku usaha dalam pendampingan ijin edar BPOM dan melakukan penindakan terhadap kejahatan di bidang obat dan makanan,” paparnya.
Di akhir acara, kemudian berlangsung Tanya jawab yang berlangsung hangat bersama pihak BBPOM Bandar Lampung. Setelah foto bersama, adik kandung wakil gubernur Lampung Chusnunia ini kemudian menyempatkan untuk melihat ruangan dan berbagai teknologi yang digunakan BBPOM Bandar Lampung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepeda Paling Enteng Digowes di Jalur Menanjak, Dijamin Nggak Bakal Ngoyo
-
Potret Masalah Pangan Jakarta Jelang Ramadan, Apa Saja?
-
Bukan Sekadar Main Game, Esports Bisa Jadi Sarana Belajar Skill dan Sportivitas
-
Ini 3 Poin Penting Bahaya Kerokan Saat Serangan Jantung Kata dr Yislam Aljaidi
-
Tanpa Berlusconi, AC Milan Kehilangan Jati Diri, Balik ke Liga Champions Jadi Kunci
-
Banjir Bandang Terjang Bojongkoneng Bogor, Satu Mobil Terseret Arus Hingga Rusak
-
Franck Ribery Terseret Epstein File, Fakta Kasus Prostitusi Gadis 14 Tahun Terkuak
-
Peluang Tipis di ACL 2! Persib Takluk 0-3 dari Ratchaburi FC, Bojan Hodak Soroti Gol Cepat
-
Jordi Cruyff Janji Ajax Bakal Jor-joran di Bursa Transfer, Rekrut Pemain Timnas Indonesia Lagi?
-
11 Tanda Tanah Tiba-tiba Ambles Kayak Fenomena Sinkhole Situjuah Limapuluh Kota, Waspada!