Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ramai diusulkan untuk maju sebagai calon presiden 2024. Wacana ini awalnya dimunculkan oleh Co-Founder Total Politik Budi Adiputro yang kemudian diamini oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga.
Sehubung dengan adanya wacana tersebut, politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengujarkan bahwa langkah tersebut malah akan membuat Megawati merasa terhina. Pasalnya, selama ini putri Presiden Soekarno ini telah berjuang mati-matian untuk mendidik para kadernya agar bisa maju dalam kontestasi politik.
"Ibu Mega pasti merasa terhina ketika dia harus maju, sementara dia merasa sudah mengerahkan seluruh energinya untuk mendidik kader-kader sehingga bisa dicalonkan untuk kontestasi mendatang," kata Deddy seperti dikutip melalui tayangan kanal YouTube Total Politik pada Rabu (18/1/2023).
Deddy Sitorus lantas mengatakan bahwa jika Megawati akhirnya memilih dirinya sendiri untuk maju menjadi calon presiden di Pilpres 2024, itu sama saja menunjukkan kegagalan dari pentolan partai berlambang banteng tersebut.
"Kalau sampai beliau turun lagi itu kan mengatakan gagal nggak ada yang berhasil anak buah gue," ujar Deddy.
"Lantas sekian puluh tahun ibu mendedikasikan dirinya untuk partai sia-sia dong. Itu sama bilang, 'Gue gagal nih. Karena gue nggak bisa mendidik kader, akhirnya gue yang harus maju karena tidak ada orang lain yang mampu'. Itu kan sangat menghina," sambungnya.
Meskipun demikian, Deddy Sitorus menilai bahwa Megawati masih layak maju dalam kontestasi mendatang. Hal ini karena Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut masih dalam keadaan sehat dan masih bisa berpikir dengan jernih.
"Kalau soal layak ibu masih bisa sehat, masih bisa berpikir dengan jernih, masih bisa berkomunikasi dengan baik, bukan pelupa dan sebagainya. Itu masih ada," jelas Deddy.
Namun, lagi-lagi Deddy Sitorus menegaskan bahwa langkah tersebut justru akan membuat Megawati merasa terhina karena merasa menjadi seorang pemimpin yang gagal.
Baca Juga: 'Kami Beri Garansi' NasDem Tegaskan Anies Tak Akan Pulihkan Ormas Terlarang di Era Jokowi
"Saya sudah bilang tadi kisi-kisinya, ibu akan merasa dia orang yang gagal, pemimpin yang gagal, ketika akhirnya justru dia yang harus maju," pungkasnya.
Berita Terkait
-
'Itu Urusan Bu Mega' Ganjar Balas Santai Saat Disebut Lebih Pantas Jadi Capres Ketimbang Puan
-
CEK FAKTA: Hasto Kristiyanto Dipecat dari PDIP karena Terseret Kasus Korupsi Harun Masiku, Benarkah?
-
Tak Maju di Pilpres 2014, Megawati Pernah Marahi Panda Nababan karena Calonkan Jokowi
-
Cerita SBY Pernah Ngotot Ajukan Diri Jadi Cawapres Megawati Meski Pernah Bikin Sakit Hati
-
Bukan Tendang Anies atau Menteri NasDem, Surya Paloh dan Luhut Binsar Diduga Bertemu demi Lindungi Jokowi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak