Kekecewaan terus disampaikan pihak keluarga korban atas tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada para terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J.
Seperti misalnya disampaikan kuasa hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat, Martin Lukas Simanjuntak, di program Catatan Demokrasi di kanal YouTube tvOneNews. Martin berpendapat bahwa kejahatan Ferdy Sambo begitu luar biasa sehingga layak mendapat ganjaran setimpal.
Martin tak menampik bahwa vonis yang dijatuhkan haruslah yang terbaik dan paling adil untuk semua pihak. "Nanti misal ketika divonis mati ada percobaan, ya vonis saja dulu, tuntut saja dulu, itu kan urusan lain waktu," terang Martin, dikutip pada Rabu (18/1/2023).
Martin lantas membandingkan kasus Sambo dengan kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, oleh istrinya sendiri, Zuraida Hanum.
"Di Medan, seorang hakim dibunuh secara berencana oleh istrinya dan companion mereka, itu dituntut maksimal, padahal tidak ada obstruction of justice," ungkap Martin.
Di mata Martin, perintangan penyidikan yang menjerat sejumlah petugas kepolisian merupakan bentuk pelanggaran HAM berat. Pasalnya sekelompok polisi yang datang ke Jambi juga tega mengintimidasi keluarga korban.
Bahkan Martin menyamakan kedatangan para petugas polisi itu dengan Pasukan Cakrabirawa yang menculik sejumlah anggota TNI pada 30 September 1965.
"Karena tidak hanya dalam menutupi jejak pembunuhannya Yosua, bahkan mereka pun datang ke rumah almarhum, mengintimidasi ibunya bapaknya, menutup pintu menggunakan sepatu PDH, datang seperti Pasukan Cakrabirawa. Ini luar biasa, tidak bisa kita anggap sepele," kata Martin.
Selain itu, Martin juga mengaitkan kejahatan Sambo dengan besarnya dampak yang dirasakan institusi kepolisian. Pasalnya citra Polri langsung rusak akibat perbuatan Sambo.
Baca Juga: Jumlah Orang Miskin di Indonesia Naik, Anak Buah Sri Mulyani Salahkan Inflasi
"Ini jelas, kegaduhan dan citra polisi hancur akibat kasus ini," pungkas Martin menegaskan.
Sementara di kesempatan berbeda, pengacara keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak, juga menilai JPU seharusnya mengajukan tuntutan maksimal untuk Sambo.
"Biasanya kalau tidak ada hal yang meringankan di dalam pertimbangan jaksa, biasanya hukumannya maksimal, yaitu hukuman mati," ujar Kamaruddin di program Obrolan Malam di kanal YouTube BeritaSatu.
Berita Terkait
-
'Pembunuhan Yosua Dirancang dari Juni!' Kamaruddin Simanjuntak Buka Skenario Asli Ferdy Sambo 'The Godfather'
-
Tak Puas Tuntutan JPU, Keluarga Brigadir J Minta Ferdy Sambo Dihukum Mati, Johan Budi: Sah-sah Saja, Asalkan...
-
Sering Disalahartikan, Ini Maksud Tuntutan Penjara Seumur Hidup yang Diberikan ke Ferdy Sambo
-
'Dalilnya dari Mana?' Irma Hutabarat Pertanyakan Simpulan Jaksa Soal Perselingkuhan Brigadir J dan Putri Candrawathi
-
Ferdy Sambo Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup, Presiden Bisa Jadi Kunci 'Penyelamat'
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba