/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 15:00 WIB
Presiden Jokowi (Suara.com)

Ceramah Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun belakangan yang sempat menyamakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Firaun mengundang kritik keras. 

Berbagai kalangan pendukung Jokowi kepanasan bahkan mengecam keras sastrawan tersebut. Menanggapi respons keras pendukung Jokowi, wakil ketua umum Partai Gelora Fahari Hamzah memberi saran menanggapi hinaan ke presiden. 

"Buat pendukung Pak Jokowi, mungkin harus mulai lebih memerlukan cara yang tinggi untuk menjawab kritik bahkan hinaan pada beliau," tulis Fahri Hamzah di akun Twitternya pada Jumat (10/1/2023). 

"Agar beliau juga menjadi lebih tinggi dan berakhir dengan baik sebagaimana keinginan kita semua tentang pemimpin yang sudah memimpin kita cukup lama," imbuhnya. 

Menurutnya perlu dipikirakan kembali bagi pendukung Jokowi soal pembelaan yang berlebihan. 

"Apakah Presiden Jokowi memerlukan pembelaan yang berlebihan pada akhir masa jabatan beliau ini. Jangan memantik ekstrimitas yang membuat akhirnya kita tidak logis memilih pemimpin yang akan datang," tambahnya lagi. 

Sebelumnya Fahri Hamzah menyebutkan bahwa ada hikmah dari pernyataan Cak Nun yakni membuat banyak orang yang lebih mengenal dirinya. 

"Saya mengenal beliau [Cak Nun] sejak kuliah di depok. Zaman gelap dia sudah terang. Tapi di Zaman edan beliau mungkin memancing emosi kita supaya tetap waras. Sehat selalu buat Mbah Nun, Amin YRA," tuutrnya. 

Diketahui sebelumnya bahwa pada saat memberikan ceramah di Kajian Maiyah, Cak Nun blak-blakan menyebut Jokowi seperti Firaun. Budayawan ini juga membandingkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bak Haman.

Baca Juga: Viral Nenek Mandi Lumpur 'Ngemis Online' Lewat Live Tiktok, Pemilik Akun Dapat Cuan Banyak Sampai Ogah Dikasih Kerjaan

Bukan hanya menyinggung Jokowi dan Luhut, Cak Nun juga mengungkapkan jika Indonesia juga telah dikuasi oleh Qorun, yakni pengusaha Anthony Salim.

Load More