Pasangan gay asal Georgia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak angkat mereka dan menggunakan kedua anak angkat tersebut untuk memproduksi konten pornografi anak.
Pasangan tersebut, Zachary Zulock dan William Zulock, ditangkap pada 27 Juli di Oxford, Georgia, setelah polisi menggerebek rumah mereka dan menemukan barang bukti berupa video di mana mereka melakukan tindakan pelecehan seksual dengan anak angkat.
Zachary dan William saat ini menghadapi dakwaan dewan juri dengan tuduhan kejahatan eksploitasi seksual anak-anak, penganiayaan anak, kejahatan prostitusi terhadap anak di bawah umur, sodomi, dan incest.
Dengan tuduhan tersebut, kemungkinan keduanya akan dijatuhi hukuman seumur hidup, menurut dokumen pengadilan yang diperoleh Townhall.
Di sisi lain, kedua pasangan gay itu mengaku tidak bersalah.
Dilansir dari Fox News pada Selasa (24/1/2023), kedua anak lelaki yang diadopsi tersebut masing-masing masih duduk di kelas tiga dan empat.
Keduanya diperkosa oleh kedua orang tua angkatnya. Menurut surat dakwaan, pasangan gay tersebut memaksa anak angkat mereka untuk melakukan seks oral dan anak yang paling tua juga mengalami luka karena pemerkosaan secara anal.
Dokumen menyatakan bahwa pelecehan seksual yang dilakukan pasangan gay itu kemungkinan terjadi pada 2019. Menurut laporan tersebut, kedua anak itu diadopsi pada November 2018.
Zachary dan William ditangkap usai polisi diberi tahu oleh detektif Biro Investigasi Georgia yang menerima informasi tentang seseorang yang mungkin telah mengunduh konten pelecehan seksual terhadap anak.
Baca Juga: Sinopsis dan Link Nonton Drama Korea Missing The Other Side Season 2
Dalam pernyataan tertulis lainnya, Zachary Zulock merekam pasangannya, William Zulock ketika memperkosa anak mereka. Zachary juga dituduh terlibat dalam tindakan pelecehan seksual anak-anak mereka.
Tak hanya itu, Zachary mengaku bahwa pemerkosaan dilakukan secara rutin dan konten dikirim kepada kurang dari selusin orang.
Pasangan gay tersebut juga didakwa karena meminta dua lelaki lain melalui media sosial untuk melakukan tindakan prostitusi pada salah satu anak mereka. Laporan itu menambahkan daftar pelaku menjadi empat orang, bersama Hunter Clay Lawless (27) dan Luis Armando Vizcarro-Sanchez (25).
Dalam salah satu folder berjudul "AS" yang ditemukan penegak hukum di ponsel Zachary diduga berisi video suaminya, William, yang ikut serta dalam tindakan pemerkosaan pada salah satu anaknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
3 Tablet Android Terjangkau dengan Spek Menarik di Bawah Rp5 Juta
-
6 Olahraga Ringan saat Puasa untuk Jaga Stamina, Tubuh Tetap Sehat Selama Ramadan
-
Soal Ambang Batas Pemilu, PSI Tegaskan Kembali Semangat Reformasi
-
Bukan Hanya Ganti Oli, Motul Ajak Pemilik Motor Tingkatkan Standar Servis
-
Bunga Sartika Mundur Usai Polemik Spill Skincare, Tasya Farasya Disalahkan?
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Isuzu Indonesia Incar Market Share Lebih dari 30 Persen Tahun 2026
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini
-
Pascal Struijk Lebih Pilih Inggris Ketimbang Timnas Indonesia Andai Gagal Bela Belanda
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan