/
Kamis, 26 Januari 2023 | 16:59 WIB
Pertemuan AM dan anaknya, AG, yang kabur 25 tahun silam karena takut disunat. ([Instagram])

Seorang lelaki berinisial AG warga Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akhirnya pulang ke rumah setelah 25 tahun kabur karena takut disunat.

 

AG kabur dari rumah pada tahun 1998, saat dirinya masih SD dan berusia 13 tahun.

 

Pihak keluarga baru menemukan AG tahun ini, 2023, karena melihat video di YouTube. Kini, usia lelaki itu sudah 38 tahun.

 

Ternyata, selama 25 tahun kabur dari rumah, AG hidup luntang-lantung di Pasar Kepek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Kisah mengharukan itu viral di media-media sosial, Kamis (26/1/2023). Dalam video yang beredar, sang ibu yakni AM, sampai pingsan melihat anaknya pulang setelah 25 tahun kabur.

Baca Juga: 5 Fakta Kaesang Pangarep, Siap Terjun ke Politik Susul Jokowi dan Gibran

 

AM mengatakan, putranya itu kabur karena takut disunat tahun 1998. Pihak keluarga sudah mencarinya ke mana-mana tapi tak kunjung ditemukan.

 

“Dia takut disunat waktu itu, jadi kabur dengan teman sekampungnya. Kami sempat mencari ke Stasiun Balapan Solo, Brebes, sampai Jakarta, tidak juga ketemu,” kata AM.

 

Dia menjelaskan, keluarganya baru-baru ini melihat satu video yang tayang di YouTube.

 

Kanal YouTube itu memang spesialis menyebarkan berita orang hilang maupun ODGJ. Pihak keluarga saat itu mencurigai seorang lelaki dalam video tersebut adalah AG yang kabur 25 tahun silam.

 

Keluarga lantas mengontak YouTuber tersebut dan pergi ke Pasar Kepek Bantul untuk mencocokkan identitasnya.

 

Benarnya saja, orang yang ada di video YouTube itu ternyata AG. Selama puluhan tahun ini, dirinya hidup di Pasar Kepek Bantul.

 

Hal itu juga diungkap Mia, pedagang di Pasar Kepek Bantul. Dia mengatakan, sudah melihat AG sejak tahun 1998.

 

“Dia pertama kali kelihatan di pasar ini masih pakai seragam SD. Seragam Pramuka begitu,” kata Mia.

 

Dia menjelaskan, AG sejak muncul di pasar itu sudah disayang oleh para pedagang setempat.

 

Sebabnya, kata Mia, AG dulu adalah bocah yang baik, jujur, dan suka menolong mereka. Sebagai imbalan, mereka yang memenuhi kebutuhan hidup AG.

 

Sarijati, pedagang setempat juga, mengatakan AG kini menderita penyakit diabetes sehingga luka-luka yang dideritanya susah disembuhkan.

 

“Kondisi kesehatannya juga menurun. Kami yang urus juga pengobatannya. Syukurlah sekarang dia sudah bisa kembali ke keluarganya,” kata Sarijati.

Load More