Seniman kondang Butet Kartaredjasa dengan blak-blakan menyanggah opini Bakal Calon Presiden 2024 dari Partai NasDem, Anies Baswedan.
Rupanya Butet tidak sepakat dengan pendapat Anies yang lebih menekankan pentingnya menawarkan rekam jejak ketimbang visi misi menjelang pemilihan pemimpin tahun 2024 mendatang.
"Hasil kerja? Lha hasil kerjanya Anies memang apa? Itu kan masalahnya," ujar Butet kala berdiskusi dengan politikus senior Zulfan Lindan di kanal YouTube @unpackingid.
Pernyataan semacam ini jelas menuai pro dan kontra, apalagi dari loyalis Anies. Salah satunya eks komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk., Geisz Chalifah.
Lewat Twitter-nya, Geisz mengomentari salah satu media online yang memberitakan opini Butet tersebut. Geisz tampaknya cukup emosional menanggapi penilaian buruk terhadap Anies itu.
"Ya kalau matanya katarak ke dokter bukan ngoceh," desak Geisz, dikutip pada Kamis (26/1/2023). Dia lantas membeberkan sederet prestasi kerja Anies selama menjabat di Ibu Kota.
"Integrasi transportasi publik. JIS bukan hasil kerja? Air bersih di pulau seribu, underpass & JPU Senen," ungkap Geisz.
"Revitalisasi Trotoar dan 400 taman, 5 tahun WTP berbanding 0 WTP. Dan banyak lagi lainnya. Itu semua hantu yang kerja?" lanjut Geisz.
Namun tentu saja cuitan Geisz menuai beragam respons publik. Kubu pendukung Anies jelas ikut meramaikan cuitan Geisz dengan deretan prestasi yang lain, sementara kelompok yang kontra mengunggah beberapa kontroversi kepemimpinan Anies seperti mengungkit dugaan korupsi bansos.
Sebelumnya diwartakan Butet Kartaredjasa mengungkap empat kriteria utama pemimpin ideal menurut versinya. Salah satu poin yang ditekankan oleh Butet adalah visi misi.
"Calonnya entah siapa, siapapun dia aku nggak nyebut nama, (asalkan) punya visi, punya track record, punya kemampuan, dan dia punya program, lu mau ngapain," jelas Butet.
"Dari situ kita bisa menilai. Saya nggak akan melihat kamu agamanya apa," tegas Butet menambahkan.
Berita Terkait
-
Sempat Ucap 'Parkir Air' untuk Banjir, Anies Dinilai Cuma Jago Silat Lidah soal Sodetan Ciliwung
-
AHY Serahkan Bacawapres di Tangan Anies Baswedan, Demokrat dan PKS Terpecah?
-
CEK FAKTA: NasDem dan Demokrat Resmi Batal Usung Anies Jadi Capres 2024, Benarkah?
-
Kunjungi ke Markas Gerindra-PKB, NasDem Tegaskan 'Setia' Pada Koalisi Pro-Anies
-
Anies Disorot Gegera Pakai Kaus Bertulis Kalimat Sindiran? NasDem: Pertanda Dia Dapat Tempat di Hati Publik
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit