/
Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:22 WIB
Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Istimewa)

Partai Demokrat sudah resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024. Keputusan ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kamis (26/1/2023).

Namun keputusan Partai Demokrat ini belakangan dipertanyakan publik lantaran di hari yang sama Partai NasDem justru bertandang ke Kantor Sekretariat Bersama Partai Gerindra dan PKB.

Hal itulah yang juga ditanyakan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Seperti dilihat di akun Instagram @jayalah.negeriku, tampak SBY yang sedang dikerubungi awak media pasca makan siang di salah satu restoran Nasi Jamblang di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Tampak SBY dengan bersemangat menceritakan momen makan bersama para mantan menteri, wakil menteri, serta rekan-rekan yang pernah bertugas di pemerintahan.

"Kami akan bepergian ke Pacitan, Jawa Timur, tapi mampir untuk mencicipi masakan Cirebon, khususnya Nasi Jamblang, itu semua happy," terang SBY, dikutip pada Sabtu (28/1/2023).

Presiden ke-6 Indonesia itu juga sempat menjawab ketika ditanyai perihal pertemuan dengan perwakilan kepala desa. "Belum ada ini (hasil)," ujar SBY.

Namun SBY justru menunjukkan sikap berbeda saat wartawan menanyai langkah politik Partai Demokrat. "Pak, terkait keputusan Demokrat, Pak?" tanya sejumlah wartawan.

Bukannya dijawab, SBY justru diam saja sambil diarahkan untuk membelah kerumunan wartawan. SBY juga terus bungkam meskipun pertanyaan serupa terus disampaikan.

Baca Juga: PDIP Respons AHY Soal Dukungannya ke Anies Sebagai Capres Koalisi Perubahan, Hasto: Ya Itu Hak Setiap Partai

Di sisi lain, Partai Demokrat diketahui sudah resmi mendeklarasikan dukungan untuk Anies. Bahkan lewat rilis persnya, AHY selaku Ketum Partai Demokrat mendorong Partai NasDem untuk membentuk Sekber Koalisi Perubahan bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Namun di hari yang sama Partai NasDem malah bertandang ke Sekber Gerindra-PKB dan memicu beragam spekulasi soal keberlanjutan Koalisi Perubahan.

Menurut pengamat politik Hendri Satrio, kedatangan Partai NasDem ke markas Gerindra-PKB ini justru dimaksudkan untuk memanas-manasi Partai Demokrat dan PKS.

"Tujuan yang kedua menurut saya ini ada tujuan ngompor-ngomporin juga nih. Ngompor-ngompor calon koalisinya NasDem, PKS terutama dan Demokrat gitu ya," tutur Hensat, dikutip dari kanal YouTube Official iNews.

Menurutnya, NasDem sedang memberikan kode kepada Demokrat dan PKS soal kelanjutan koalisinya. "Ini kapan nih beneran kita bikin sekretariat," imbuhnya.

Load More