- Peluncuran jersey dan medali Soekarno Run 2026 dilaksanakan di GBK, Senayan pada Jumat, 6 Februari 2026.
- Acara lari massal ini ditargetkan diikuti 10.000 peserta, didominasi aktivis mahasiswa dan pelajar sebagai simbol semangat perubahan.
- Ajang lari ini bertujuan menjadi sarana edukasi politik dan nilai kebangsaan untuk meluruskan sejarah tentang Bung Karno.
Suara.com - Dalam rangka perayaan HUT PDI Perjuangan ke-53, Panitia Soekarno Run 2026 resmi meluncurkan desain jersey dan medali di kawasan Patung Bung Karno, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat sore (6/2/2026).
Acara peluncuran yang berlangsung semarak dengan konsep catwalk ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto beserta jajaran pengurus pusat.
Kegiatan lari massal ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 peserta, yang mayoritas terdiri dari kalangan aktivis mahasiswa dan pelajar.
Ketua Komite Soekarno Run 2026, Syaeful Mujab, menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda dalam acara ini merupakan simbol dari semangat perubahan yang diwariskan oleh Proklamator RI.
"Bung Karno pernah berkata, 'Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia.' Hari ini, Soekarno Run dipimpin oleh sepuluh mantan ketua pimpinan mahasiswa dari berbagai kampus. Ini menunjukkan energi pemuda adalah penggerak perubahan," kata Mujab dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa 10.000 pelari nantinya akan memerahkan kawasan GBK sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua I Komite Soekarno Run 2026 Melkisedek Huang melihat ajang olahraga ini sebagai sarana edukasi politik dan nilai kebangsaan yang relevan bagi anak muda. Menurutnya, popularitas lari saat ini harus dimanfaatkan untuk meluruskan sejarah mengenai Bung Karno.
"Olahraga adalah alat perjuangan menuju Indonesia Maju. Soekarno Run kali ini adalah bentuk perlawanan kami terhadap ajaran-ajaran buruk tentang Bung Karno yang masih sering digemakan. Kami ingin memperkenalkan kembali sosok beliau dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi anak muda sekarang," ujar Melki.
Keterlibatan aktif generasi muda juga menjadi sorotan, Wakil Ketua II Komite Soekarno Run 2026, Virdian Aurelio Hartono. Ia menekankan bahwa dalam gelaran tahun 2026 ini, pelajar tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dilibatkan dalam proses kepanitiaan.
Baca Juga: Klinik Waluya Sejati Abadi Sukabumi Resmi Beroperasi Kembali di HUT PDIP ke-53
"Perubahan bangsa selalu di tangan pelajar. Tahun ini spesial karena kami melibatkan pelajar sebagai bagian dari pelaksanaan. Kami ingin buktikan bahwa Gen Z tidak hanya bisa berteriak soal keadilan, tapi juga bisa seru-seruan mengikuti tren culture melalui jersey keren dan kegiatan lari ini sambil mengenang sejarah besar Bapak Bangsa," papar Virdian.
Selain jajaran DPP PDIP seperti Adian Napitupulu, Yuke Yurike, Darmadi Durianto, dan My Esti Wijayanti, hadir pula Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dalam acara sosialisasi tersebut.
Jersey yang diperkenalkan mengusung desain kontemporer namun tetap menyelipkan detail historis, mencerminkan perpaduan antara tren modern dan kecintaan pada akar sejarah bangsa.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Klinik Waluya Sejati Abadi Sukabumi Resmi Beroperasi Kembali di HUT PDIP ke-53
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
Elite PDIP Siap Ramaikan Peringatan Bulan Bung Karno, Djarot hingga Once Mekel Bakal Adu Balap Lari
-
Buka Pijat Gratis hingga Cukur Rambut, Apa Alasan Megawati Gandeng Kaum Disabilitas di HUT ke-52 PDIP?
-
Seruan Onderbouw PDIP di HUT ke-52, Taruna Merah Putih: Kader Jangan Keluar Koridor!
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti