/
Senin, 30 Januari 2023 | 15:14 WIB
Kolase foto Surya Paloh dan Jokowi (Presiden Joko Widodo) ; Surya Paloh dan Anies Baswedan (Biro Pers Sekretariat Presiden ; Instagram/@aniesbaswedan)

Kiprah bakal calon presiden Partai NasDem Anies Baswedan masih menjadi pembahasan sejumlah pihak menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Terbaru, Partai Demokrat sendiri telah secara resmi menyatakan dukungannya kepada Anies. Hal itu juga bisa diartikan bahwa Koalisi Perubahan siap untuk bertarung di pemilu kedepan.

Di sisi lain, NasDem bersilaturahmi dan menyambangi markas Sekber Gerindra-PKB, hingga adanya pertemuan antara Presiden Jokowi dan Surya Paloh.

Situasi tersebut disoroti oleh analis politik Arifki Chaniago. Ia menilai Koalisi Perubahan tampaknya memang akan layu sebelum berkembang.

Dulu NasDem yang menunggu kepastian Demokrat dan PKS untuk mendukung Anies Baswedan.

Akan tetapi, saat ini tampaknya Demokrat yang tengah menunggu keseriusan dan kepastian NasDem untuk melanjutkan koalisi.

Arifki lalu menyampaikan, apabila Koalisi Perubahan gagal terbentuk dalam waktu dekat-dekat ini, maka hal tersebut berarti NasDem hanya ingin Anies sebagai 'brand' partai saja.

Artinya, rencana koalisi perubahan untuk tahun 2024 berpotensi menjadi wacana yang hanya menjadi rencana besar saja. 

“Demokrat sudah deklarasikan Anies Capres. Apakah PKS juga melakukan hal yang sama? Atau PKS ragu Koalisi Perubahan ini bakal terwujud di tahun 2024. Dari narasi yang berbeda dimainkan oleh NasDem dan Demokrat memperlihatkan Koalisi Perubahan memiliki jalan sendiri-sendiri. Demokrat ingin duduk bersama, sedangkan NasDem ingin kembali pulang,” ujar Arifki yang juga direktur eksekutif Aljabar Strategic.

Baca Juga: Usai Sekber, Gerindra-PKB Bakal Bentuk Tim untuk Mengkaji Perpolitikan Jelang 2024

Nasdem melanjutkan rencana Koalisi Perubahan dinilai sebagai bentuk dari keraguan dan peluang lain.

Keraguan itu disebabkan dengan adanya wacana pergantian kabinet dari Partai NasDem yang didorong oleh partai anggota koalisi lain. 

Arifki menyebut bahwa NasDem bisa mengambil peluang baru, yaitu kembali menjadi bagian penting dari pemerintahan Jokowi setelah berjaraknya hubungan dua tokoh ini menyusul deklarasi Anies sebagai calon presiden. 

Peluang itu sepertinya dibaca oleh NasDem setelah tidak nyamannya Presiden Jokowi di HUT PDI-P yang ke-50. 

Pesan Megawati di forum tersebut berkemungkinan berbeda dengan rencana Jokowi di tahun 2024.

Presiden Jokowi tentu memerlukan figur yang mampu memberikan keseimbangan politik di parlemen dan istana. 

Load More