Presiden menyatakan, "Rabu Pon besok. Kamisnya Kamis Wage".
Saat ditanya para jurnalis soal reshuffle Menteri Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 1 Februari 2023 yang bertepatan dengan Rabu Pon dalam kalender Jawa, Presiden RI Joko Widodo meminta masyarakat untuk menunggu.
"Ya, ditunggu saja Rabu Pon besok. Kamisnya, Kamis Wage," jelas Presiden RI usai menghadiri Puncak Perayaan HUT Ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta, Selasa (31/1/2023) malam.
Isu Presiden Joko Widodo akan melakukan "reshuffle" kabinet pada Rabu 1 Februari 2023 mencuat lantaran Presiden diketahui punya rekam jejak kerap mengumumkan kebijakan penting pada hari Rabu Pon.
Nah, mendengar kalimat Presiden "Rabu Pon besok. Kamisnya, Kamis Wage", apakah maknanya?
Pertama-tama, mari kita pahami bahwa jumlah hari dalam satu tahun kalender tahun Jawa 354 – 355 hari. Sedangkan jumlah hari dalam satu tahun kalender Masehi 365 – 366 hari.
Dikutip dari yogya.com, disebutkan bahwa Kalender Jawa memiliki perhitungan satu pasaran terdiri dari lima hari (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), sedang kalender Masehi menghitung satu minggu memiliki tujuh hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu).
Bila masyarakat Indonesia secara umum menandai siklus tujuh hari sebagai satu pekan, maka versi Jawa menggunakan siklus lima harian yang pancawara atau pasaran tadi.
Kemudian dalam kalender Jawa juga dikenal weton. Dikutip dari Intisari, berasal dari kata "wetu" atau lahir dalam bahasa Indonesia. Diartikan sebagai hari kelahiran menurut penanggalan atau kalender Jawa.
Weton inilah yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan hari baik. Antara lain tanggal pertunangan, hari pernikahan, masa tanam, masa panen, mendirikan bangunan atau berbagai infrastruktur, peresmian, sampai mengumumkan sesuatu hal penting dengan makna agar paripurna.
Penerapan weton dalam masyarakat Jawa adalah gabungan yang menunjukkan hari lahir atau keberadaan dalam penanggalan Masehi serta hari pasaran. Contohnya seperti diucapkan Presiden Joko Widodo, "Rabu Pon besok. Kamisnya Kamis Wage."
Bagaimana mengartikannya?
Secara sederhana, bila disimak dari kalender Masehi atau yang dikenal universal dan digunakan saat ini: setelah Rabu, maka hari selanjutnya adalah Kamis.
Kemudian dilanjutkan dengan penanggalan Jawa: setelah Pon, maka selanjutnya adalah Wage.
Apakah kalimat Presiden Joko Widodo soal hari akan dilakukan reshuffle yang disebutkan ini memiliki makna atau pesan khusus?
Jawabnya, hanya Presiden Joko Widodo yang tahu. Akan tetapi bila menilik deret nama hari kalender Masehi maupun kalender Jawa, ini adalah cetusan humoris. Setelah Rabu ya pasti akan tiba Kamis, seperti juga siklus pasaran Jawa, setelah Pon pastinya akan menuju Wage. Masih merasa ada yang "missing"? Bisa disebut ini sebuah pernyataan ekspresif tentang hal yang sudah pasti.
Berita Terkait
-
Presiden RI Joko Widodo Bertolak ke Bali, Jadi Tidak Adakah Reshuffle pada Hari Ini?
-
Agenda Jokowi Di Rabu Pon Hari Ini, Jadi Reshuffle Kabinet?
-
Elite NasDem Tak Tahu Jhonny Plate Dipanggil ke Istana Negara, Jokowi Sudah Punya Lis Menteri yang Didepak?
-
Istana Bocorkan Agenda Jokowi pada Rabu Pon Besok, Jadi Reshuffle?
-
Jokowi Disebut Tak Akan Reshuffle Semua Menteri NasDem: Berisiko di Akhir Masa Jabatannya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia