Mobil listrik terbakar ternyata memiliki penanganan yang berbeda bila dibandingkan dengan mobil konvensional.
Pasalnya dalam sebuah mobil listrik, terdapat baterai berbentuk box atau packaging yang di dalamnya terdapat ratusan cell baterai.
Pada saat salah satu cell baterai rusak serta mengalami over charging, dan BMS tidak mampu mengendalikan maka cell baterai yang overheat bisa mengalami thermal runaway, menggembung dan terbakar.
"Pada saat salah satu cell baterai itu ada yang terbakar, maka dia akan membakar ratusan cell lainnya hingga semua cell batere didalam box terbakar, dan panasnya ini akan menyebabkan box lainnya juga ikut terbakar," ujar Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT, saat mengomentari kasus kebakaran mobil listrik yang terjadi di California, Amerika Serikat, dikutip dari laman Instagram, Rabu (1/2/2023).
Oleh karena itu, lanjut Wildan, pemadaman kebakaran kendaraan listrik akan memakan waktu yang lebih lama dan jumlah air yang besar.
Karena semprotan air untuk memadamkan tidak akan bisa menghentikan proses terbakarnya cell baterai secara beranting di dalam box.
"Fungsi sebenarnya adalah agar temperatur box baterai tetap rendah, tidak naik dengan cepat yang dapat membuatnya meledak. Nanti kalau semua cell baterai sudah habis terbakar dia akan padam dengan sendirinya," ungkap Wildan.
Jadi, sambung Wildan, fungsi pemadaman pada kendaraan konvensional dengan kendaraan listrik itu berbeda. Bila pada kendaraan konvensional ditujukan agar sumber api padam, maka pada kendaraan listrik ditujukan agar batere tidak meledak.
"Ini bertujuan untuk membuat temperature box tempat penyimpanan cell batere tidak naik secara signifikan," tegasnya.
Baca Juga: Link Nonton Drama Thailand Devil in Law Sub Indo, Klik di Sini!
Diketahui satu unit mobil listrik Tesla S terbakar di jalan bebas hambatan di California, Amerika Serikat. Untuk memadamkan kendaraan setrum itu membutuhkan air sebanyak 6.000 gallons air atau 22.700 liter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet
-
Kilang Plaju Cetak Operator Scaffolding Bersertifikat, Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro