/
Rabu, 01 Februari 2023 | 13:55 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Bacapres Anies Baswedan di acara HUT Partai NasDem. (Suara.com/Novian)

Reshuffle atau perombakan kabinet Jokowi disoroti banyak pihak, salah satunya pengamat politik Hendri Satrio alia Hensat.

Hensat menyampaikan ada sejumlah alasan mengapa Jokowi melakukan reshuffle terhadap menterinya menjelang Pilpres 2024.

Salah satunya adalah Jokowi dinilai ingin memastikan program-program yang telah  dicanangkan pada periode kedua pemerintahannya dapat terlaksana. 

Artinya evaluasi kinerja menjadi penting untuk memastikan seluruh program berjalan lancar.

“Ibarat pertandingan sepak bola, gol-gol cantik itu terjadi pada babak injury time. Dan biasanya yang mencetak gol itu pemain pengganti,” kata Hendri analogikan situasi tersebut.

Meskipun begitu, Hensat mengingatkan publik akan menilai reshuffle bermuatan politis jika menteri yang disingkirkan dan ditendang dari kabinet berasal dari Partai NasDem.

Langkah itu memiliki konsekuensi karena memang tak sebatas memanasnya hubungan Jokowi dengan NasDem, melambungkan Anies Baswedan sebagai kandidat capres yang sudah memiliki tiket untuk maju pada Pilpres 2024.

Hensat menilai Anies akan dinilai sebagai penyebab reshuffle jika memang menteri NasDem yang hengkang.

“Pastinya orang akan menyangka kalau Nasdem yang disingkirkan semua gara-gara Anies Baswedan,” tuturnya.

Baca Juga: Kaoru Mitoma, Pemain yang Menulis Tesis tentang Dribble dalam Sepakbola

Kendati demikian, Hensat menyebut ada kemungkinan figur lain dari partai selain NasDem yang ikut didepak jika reshuffle dilakukan secara terbuka.

Bisa pula menteri dari kalangan profesional. Malahan reshuffle bisa jadi hanya mengisi kursi posisi wamen yang kosong.

Sebelumnya, Jokowi tidak menampik bakal melakukan reshuffle, namun tak memberi penegasan bakal menggunakan hak prerogatifnya pada Rabu Pon pekan ini, mengikuti kalender Jawa yang kerap dilakukannya ketika mengumumkan pergantian menteri.

Presiden Jokowi selepas menghadiri acara HUT ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta Theater, Selasa (31/1/2023) malam, membenarkan bakal melakukan reshuffle. Dia menekankan pula adanya faktor politik dalam mengganti anggota kabinet.

“Tapi (faktor politik) itu bukan yang utama," kata Kepala Negara kepada wartawan.

Jokowi tidak memberi penegasan ketika disinggung kembali kepastian adanya reshuffle. Dia meminta wartawan untuk menunggu perkembangan apakah kabinet bakal diisi oleh wajah baru pada Rabu Pon ini.

Load More