Ferry Irawan rupanya punya cara khusus untuk meredam suara Venna Melinda saat melakukan penganiayaan terhadap istrinya tersebut.
Venna Melinda, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/2/2023) mengatakan Ferry Irawan selalu mengencangkan suara tv saat sedang melakukan kekerasan.
"Selalu digedein suara tv-nya. Jadi enggak ada yang dengerin saya. Enggak ada yang tolongin saya," cerita Venna Melinda, mengenang salah satu episode kekerasan yang dilakukan Ferry di Medan pada November 2022 lalu.
Ketika itu, Venna dibanting dan didorong oleh Ferry Irawan karena menolak permintaan suaminya tersebut. Alhasil Ferry Irawan marah dan ngambek. Pasangan itu pun terlibat keributan.
Tak hanya dibanting dan didorong berkali-kali, Venna Melinda juga dipiting oleh Ferry Irawan hingga tulang rusuknya sakit.
"Dia itu pesilat, tenaganya kuat. Selalu kena tulang rusuk sebelah kiri, sampai saya enggak bisa ngapa-ngapain," Venna Melinda mengenang kejadian di Medan tersebut.
Kelak pada 7 Januari 2023, kekerasan dengan pola yang sama kembali berulang. Perisitiwa kekerasan terbaru itu terjadi di Kediri, Jawa Timur.
Jika dalam peristiwa kekerasan di Medan, Venna Melinda memilih untuk memaafkan suaminya dan tidak melaporkan ke polisi karena masih cinta, maka usai kejadian di Kediri, Ferry Irawan langsung dipolisikan.
Alhasil kini Ferry Irawan mendekam dalam tahanan Polda Jawa Timur, di Surabaya. Ia dilaporkan Venna Melinda dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.
Ferry Irawan sendiri membantah telah melakukan kekerasan terhadap Venna Melinda. Ia juga meminta dibebaskan dari tahanan karena mengalami depresi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kalimantan Kembali Terbakar, Malaysia Mulai Terganggu: Hantu Krisis Asap 1998 Muncul Lagi
-
Lebih dari Sekadar Melodrama: Membedah Resolusi Emosional dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
-
Insidious: Out of the Further, Horor Baru yang Wajib Ditonton
-
Sisi Gelap AI: Mahasiswa UPN Jatim Terancam DO Usai Manipulasi Foto Mahasiswi Jadi Konten Asusila
-
5 Rekomendasi Chemical Sunscreen Watery yang Langsung Meresap sesuai Review
-
Punya Asuransi Unit Link? Nilai Tunai Bisa Menyusut, Ini Penyebabnya
-
Bocah 7 Tahun Viral Mengaku Disiksa Wanita di Dairi, Polisi Tangkap Pelaku
-
Perdagangan Indonesia - Taiwan Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Taiwan Kini Bidik Investasi Teknologi
-
Gempa Dahsyat NTT, BUMN Alihkan Program Pemberdayaan Jadi Bantuan Darurat
-
Teknologi Hidroponik Dibawa ke Bekasi, Ibu Muda Dibekali Skill Bisnis Digital