Begitu besar cinta perempuan ini kepada keluarga kecilnya di Ngada, sampai menderita sakit saat akan dibawa ke detention centre untuk proses deportasi.
Hadir bersama sang suami untuk menerima status kewarganegaraan sebagai WNI atau Warga Negara Indonesia, Debina Cansas tidak kuasa menahan tangis. Sang suami, Yunus Bana yang mendampinginya menyatakan syukur. Mengingat kembali perjalanan pernikahan mereka, betapa tidak mudah karena status sang istri adalah Warga Negara Asing (WNA).
"Biar saya hidup dan mati di sini bersama dia, suami saya, dan anak-anak kami. Terima kasih banyak," ucap Debina Cansas.
Dikutip dari kantor berita Antara, Debina Cansas berasal dari Filipina. Sebelum mendapatkan status kewarganegaraannya sebagai WNI, ia ditangkap petugas imigrasi setempat karena diketahui telah tinggal di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tanpa dokumen keimigrasian yang sah.
Ia sempat mengalami sakit ketika harus dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi Kupang pada saat akan dideportasi.
Kepala Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi (HRBTI) Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nusa Tenggara Timur (NTT), Dian Lestary Raynilda Lenggu pada Sabtu (4/2/2023) memaparkan status Debina Cansas sebelumnya.
Kemudian dibuatlah surat dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT berkaitan dengan penegasan status WNI atas nama Debina Cansas yang diserahkan langsung oleh Kakanwil Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, Theodosius Yosefus Nono mewakili Bupati Ngada.
Selanjutnya, Marciana Dominika Jone menyerahkan surat penegasan status WNI atas nama Debina Cansas kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat untuk menindaklanjuti proses administrasi pengalihan status kewarganegaraannya.
"Saya tidak tahu mau ngomong apa lagi, hanya terima kasih banyak semuanya," ungkap Debina Cansas saat mendapatkan status kewarganegaraan sebagai WNI.
Harapannya untuk menghabiskan sisa hidup bersama suami dan anak-anaknya di Kabupaten Ngada akhirnya terwujud.
Berita Terkait
-
Shayne Pattynama Resmi Jadi WNI, Tiga Pemain Ini Segera Menyusul
-
Meski Tak Lagi Jabat Ketum PSSI, Iwan Bule Tetap Jadi Sosok Ayah Bagi Shayne Pattynama
-
Dua WNI Meninggal Dalam Tragedi Halloween di Korsel, Total 151 Korban
-
WNI di Sri Lanka Ikuti Peringatan HUT Kemerdekaan RI
-
Waspadai Ketegangan China - Taiwan,DPR Minta Pemerintah Siapkan Evakuasi 300 Ribu WNI
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Kabar Langit bagi Chelsea: Dua Bintang Besar Pulih Jelang Lawan Liverpool
-
5 Rekomendasi Tempat Ngopi Wajib Kunjung di Dramaga: Budget Aman, Kualitas Bintang Lima
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Sinopsis Film Suamiku Lukaku, Kisah Pilu Acha Septriasa Hadapi KDRT dari Baim Wong
-
Persis Solo vs Persebaya di Stadion Manahan, Polisi Siaga Penuh
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Viral! Ditanya Cita-cita, Bupati Cianjur: Cepat Meninggal Masuk Surga, Lieur di Dunia
-
Cedera Tak Kunjung Sembuh, Bek Borussia Dortmund Pilih Langkah Mengejutkan