Tudingan politik dinasti belakangan ini mengarah kepada keluarga Presiden Jokowi, mengingat putra sulungnya, Gibran Rakabuming yang menjadi Wali Kota Solo, kemudian menantu Jokowi, Bobby Nasution yang menjabat menjadi Wali Kota Medan.
Tak hanya itu, putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep pun menyatakan ketertarikannya untuk terjun ke dunia politik.
Menurut pengamat politik Rocky Gerung, tak menutup kemungkinan jika Presiden Jokowi akan membangun dinasti feodal.
Gibran sendiri santai menanggapi tudingan politik dinasti yang diisukan. Bagi lelaki yang akrab disapa mas wali tersebut, hal ini bukanlah dinasti politik, melainkan kompetisi.
Dalam kompetisi politik ini, siapa pun bebas untuk maju dan mencalonkan diri. Gibran meyakini bahwa ketentuan berasal dari suara rakyat dan ia juga tak mengharuskan rakyat untuk memilihnya.
"Kita kan ikut kompetisi. Bisa menang, bisa kalah. Tidak ada kewajiban untuk memilih," ucap Gibran Rakabuming, seperti dikutip dari kanal YouTube Berita Surakarta pada Jumat (10/2/2023).
Tudingan tersebut semakin menguat usai Gibran Rakabuming bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di mana Megawati terlihat menggandeng lengan Gibran.
Meski begitu, tak sedikit warganet yang mendukung Gibran untuk 'naik level' dan melanjutkan tugasnya untuk menjadi Gubernur Jateng.
"Semoga mas Gibran berkenan membangun Jateng agar Jateng lebih baik lagi," tulis akun Calista Dewi
Baca Juga: Meningkat 23 Persen, Penyaluran Kredit Bank DKI Tahun 2022 Tembus Rp 48,37 Triliun
"Buat mas Gibran sehat dan bahagia terus ya. Karena mewariskan nama Pak Jokowi itu tanggung jawabnya berat," komentar Kristian Sitanggang
"Mas Gibran aku dukung buat seluruh Indonesia ya mas, pokoknya aku doain mas Gibran tahun 2024 jadi Presiden. Aku percaya walau mas Gibran masih muda tapi pemikirannya bisa melebihi yang tua dan mampu memimpin Indonesia," tambah Wasih Dewi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim