Pemerintah India meminta warganya untuk tidak ikut-ikut budaya Barat dengan merayakan hari kasih sayang atau Hari Valentine. Sebagai gantinya warga diminta untuk memeluk sapi, binatang yang dianggap suci di negara tersebut.
Bagi masyarakat Hindu India, sapi adalah binatang suci dan sakral. Pemerintah India mengatakan, memeluk sapi bisa membuat seseorang lebih kaya secara emosi dan lebih bahagia.
Hari Memeluk Sapi ini merupakan inisiatif dari Pemerintah India yang kini dikuasai oleh partai Hindu ultranasionalis, Bharatiya Janata Party dengan Perdana Menteri Narendra modi. Menurut mereka, Hari Valentine adalah budaya Barat yang bisa merusak generasi muda.
Partai berbasis agama ini sebelumnya sudah membentuk sejumlah aturan terkait sapi di India. Misalnya sebagian besar negara bagian India kini sudah melarang penyembelihan dan penjualan sapi. Konsumsi daging sapi juga dilarang, termasuk di Ibu Kota India.
Pada 2021 lalu partai berkuasa India ini juga berencana menggelar ujian nasional ilmu pengetahuan sapi, yang dirancang oleh Komite Nasional Sapi sebagai bagian dari kurikulum pendidikan yang baru.
Untungnya ujian ini ditundak digelar karena mempromosikan ilmu pengetahuan palsu atau pseudosains tentang sapi, yang diserap dari mitos-mitos dalam agama.
Salah satu materi dalam ilmu pengetahuan sapi di India itu adalah bahwa sapi India memiliki lebih banyak emosi ketimbang sapi di negara lain; punuk sapi India mengandung kekuatan magis; dan kotoran sapi India bisa mencegah radiasi.
Sementara itu seiring dengan semakin kuatnya kekuasaan BJP di India, hal-hal yang dinilai berbau asing dan berasal dari tradisi budaya serta agama lain ditentang dengan keras.
Gerombolan-gerombolan pemuda Hindu garis keras di India kerap melakukan razia ilegal untuk menegakkan moral, menyerang toko-toko yang menjual pernak-pernik Valentine dan menyerang pasangan yang bergandengan tangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sambut HUT Jakarta ke-500, Remember Fest Siap Hadirkan Pengalaman Festival Terlengkap di Kemayoran
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta
-
Kasus Rudapaksa di Gili Trawangan: Kejaksaan Tahan WN Korea Selatan
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta Pengusaha Ultramikro
-
Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei