/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 19:57 WIB
Gita Savitri dan Paul Partohaps, pasangan yang memutuskan untuk tak punya anak alias childfree. ((Instagram/gitasav))

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memandang fenomena pasangan atau seseorang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak atau childfree di Indonesia belum mengkhawatirkan.

Childree sedang ramai dibahas di Indonesia, setelah sejumlah orang mengkritik keputusan artis dan penulis Gita Savitri dan suaminya untuk childfree atau tak punya anak.

"Sampai dengan saat ini, BKKBN melihat fenomena ini belum kita anggap sebagai fenomena yang mengkhawatirkan," kata Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina, Jumat (10/2/2023).

Eni menilai fenomena childfree saat ini belum dikatakan mengkhawatirkan jika ditilik dari situasi kependudukan pada 2020. Hal tersebut, jelas dia, merujuk pada hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang menunjukkan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) Indonesia masih berada pada angka 2,18 poin.

Eni mengatakan angka kelahiran total setiap provinsi masih bervariasi dengan beberapa daerah yang terendah yaitu Yogyakarta dan Bali. Meskipun begitu, angka rata-rata secara nasional masih dikatakan aman.

"Saya masih bersyukur artinya kita di Indonesia ini mayoritas masih ingin mempunyai keluarga, ingin punya anak, sebagai penerus keturunan, itu masih ada," kata dia.

Dari kacamata kependudukan, Eni mengatakan BKKBN berharap pertumbuhan penduduk di Indonesia jangan sampai berada di angka terendah atau bahkan minus seperti yang terjadi di negara-negara tetangga yaitu di Jepang dan Singapura.

Apabila penduduk usia muda atau usia produktif semakin sedikit, Eni mengatakan pihaknya khawatir nantinya tidak ada yang dapat menopang penduduk lanjut usia.

Dalam konteks perhitungan ekonomi, Eni menyebutkan Indonesia masih membutuhkan penduduk berusia muda.

"Tapi sebenarnya (masyarakat) Indonesia tidak berharap bahwa orang itu enggak punya anak, karena kita kan juga harus menjaga pertumbuhan keseimbangan penduduk," kata Eni.

Load More