Relawan ini yakin Ganjar Pranowo tidak akan menggunakan politik identitas.
Etnis, suku, budaya, agama dan lainnya bisa digunakan menjadi alat politik suatu kelompok tertentu untuk tujuan tertentu. Antara lain sebagai bentuk perlawanan, atau menujukkan diri sebuah kumpulan tertentu. Dikenal dalam istilah sebagai politik identitas.
Dikutip kantor berita Antara dari rilis resmi tertulis, Ketua Umum Kornas Relawan Pro Ganjar Pranowo (ProGP) Benny Kisworo yakin bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak akan menggunakan politik identitas itu.
"Ganjar Pranowo sosok Pancasilais sejati, cinta persatuan dan perdamaian, tidak akan mungkin menggunakan politik identitas dalam kontestasi Pilpres mendatang," jelas Ketua Umum Kornas Relawan Pro Ganjar Pranowo (ProGP) Benny Kisworo pada Sabtu (11/2/2023).
Ia mengajak semua anak bangsa agar tidak menggunakan politik identitas dalam menyongsong Pemilu 2024. Sebab, efek dari politik identitas berbahaya bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Politik identitas ini sangat memecah-belah dan menciptakan polarisasi yang tajam di masyarakat. Sampai saat ini bangsa kita masih benar-benar merasakan dampak negatif berkepanjangan dari politik identitas," ungkapnya.
Dari perjalanan reformasi yang hampir seperempat abad ada catatan lain di mana masyarakat makin sensitif, mudah tersinggung dan rentan terhadap provokasi. Untuk mengatasinya peran elite politik diperlukan guna mencegah politik identitas pada Pemilu 2024.
"Elite politik perlu mengambil peran khususnya dalam setiap momentum politik untuk menciptakan iklim politik yang damai dan kondusif," tukas Benny Kisworo.
Menurutnya, munculnya politik identitas juga cenderung menutupi perdebatan tentang program kerja yang berkualitas. Padahal, demokrasi seharusnya menjadi arena berbagai pihak memperebutkan pengaruh di masyarakat dengan menyodorkan program kerja terbaik untuk memperbaiki aspek-aspek yang masih buruk.
"Yang harus dilihat dan diutamakan dalam memilih pemimpin adalah berdasarkan rekam jejak serta kapasitas, bukan berdasarkan suku, agama atau ras," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tidak Ada Kepastian Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024, GP Mania Hentikan Dukungan
-
CEK FAKTA: Terungkap! Teror Ular Kobra Cuma Rekayasa Relawan Anies dengan Bayaran Rp1 Miliar, Benarkah?
-
Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Hadiri Pernikahan Kiky Saputri, Susi Pudjiastuti Pilih Ke Laut Aja!
-
Sentil Kubu Anies Ikut-ikut Dukung Puan, Jhon Sitorus: Agar Bisa Menang Telak, Jika dengan Ganjar...
-
Andai Anies dan Ganjar Dapat Tiket Capres, Gerindra-PKB Harus Punya Taktik Lain: Prabowo Pasti Bertarung Mati-matian
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan