/
Kamis, 09 Februari 2023 | 17:56 WIB
Politisi PDIP Ganjar Pranowo di JIExpo, Jakarta, Selasa (10/1/2023). (Suara.com/Bagaskara)

Salah satu alasannya, tampilan gubernur Jawa Tengah ini di depan publik atau media sosial berbeda dengan tampilan keseharian sesungguhnya.

Pada Kamis (9/2/2023), DPP Jokowi Mania Nusantara (Joman) mengumumkan pembubaran GP Mania, relawan pendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Salah satu penilaian yang diberikan, ia dianggap tidak mampu meyakinkan rakyat, pendukungnya, dan partainya agar diusung sebagai capres.

Dikutip dari kanal News Suara.com,  dalam konferensi pers di Jakarta, Immanuel Ebenezer, Ketua Umum Jokowi Mania menyampaikan hal ini.

"Berdasarkan kajian yang serius dan mendalam, DPP Joman tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 dan sekaligus membubarkan organisasi relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) di seluruh Indonesia, baik DPP, DPD, DPC, PAC, maupun ranting," tandasnya.

Adapun alasannya, tidak ada kepastian mengenai keputusan pengusungan Ganjar Pranowo sebagai capres. Dan sosok berpenampilan khas rambut putih itu tidak mampu meyakinkan para pengusung agar dijadikan capres.

"Ketiga, tidak adanya nilai lebih yang ditonjolkan oleh Ganjar Pranowo sebagai capres, baik dalam hal gagasan maupun program untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan lebih baik di masa yang akan datang," lanjut Immanuel Ebenezer.

Alasan berikutnya, DPP Joman menyebutkan Ganjar Pranowo bukan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan tampilan gubernur Jawa Tengah ini di depan publik atau media sosial berbeda dengan tampilan keseharian sesungguhnya.

Pembentukan GP Mania sendiri berlangsung pada 2021 atas inisiatif DPP Joman. Organisasi relawan itu dideklarasikan di berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Jambi, dan sejumlah daerah di Kalimantan, serta Sulawesi.

Setelah pembubaran GP Mania, Immanuel Ebenezer mengatakan DPP Joman meminta kepada seluruh pengurus dan relawan Joman tetap bersatu dan menunggu arahan atau keputusan DPP terkait dengan arahan dukungan mereka terhadap calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Di samping itu, dia juga menyatakan DPP Joman tidak bertanggung jawab secara hukum dan politik jika ada pihak yang menggunakan nama GP Mania sejak keputusan pembubaran organisasi relawan ini disampaikan.

Load More