Hakim Wahyu Iman Santoso tengah disorot publik lantaran perannya sebagai pembaca vonis hukuman mati Ferdy Sambo dalam sidang pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Salah satu kinerja Wahyu Iman Santoso yang viral adalah membacakan vonis Ferdy Sambo selama lima jam nonstop tanpa istirahat.
Pengamat hukum sekaligus pengacara Jamin Ginting membeberkan alasan kenapa hakim Wahyu Iman Santoso membacakan vonis Sambo tanpa sekalipun jeda.
Menurut dia, kasus pembunuhan Brigadir J ini sangat dipantau oleh masyarakat Indonesia.
"Kalau sudah masyarakat peduli, peradilan tidak akan main-main lagi. Siapapun orang yang akan intervensi akan sulit," katanya dalam tayangan live di KompasTV, dikutip dari Suara.com, Rabu (15/2/2023).
"Saya kira indikasi (intervensi) itu sangat mungkin, apakah ke jaksa, pengadilan sangat dimungkinkan," sambung dia.
Jamin kemudian menilai kalau pembacaan vonis mati Ferdy Sambo lima jam nonstop menunjukkan kalau hakim tidak mau disela ketika jam istirahat apapun demi menghindari kemungkinan intervensi.
"Jadi dia (hakim) menyadari, kalau saya berhenti sebelum putusan dibacakan, untuk sela atau break istirahat nanti ancamannya banyak sekali," ungkap Jamin.
Dilanjutkan dia, apabila hakim Wahyu memilih istirahat, maka ada kemungkinan intervensi bakal datang, entah di tempat duduknya ataupun di manapun.
Intervensi itu memungkinkan keputusannya dalam memberikan vonis ke Sambo menjadi lebih rendah.
"Ini saya apresiasi, ini menjadi contoh bagi semua kasus-kasus, keadilan diutamakan," sambungnya.
Seperti diketahui Ferdy Sambo divonis hukuman mati oleh Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (13/2/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
-
Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026
-
Perjalanan Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026: Pembalasan Sempurna Boy Arnez Cs
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Alwi Hasbi Silalahi: Pemko Medan Harus Total Beri Jaminan Keamanan di Rakernas Apeksi
-
Bawa-bawa Logo Koperasi di Pesan Kesehatan, Strategi Komunikasi Pemasaran Aqua Menuai Kritik
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026