Pelatih tim nasional U-20 Indonesia Shin Tae-yong enggan memaafkan pelatih Persija Thomas Doll yang menyebutnya badut. Pelatih asal Korea Selatan itu menegaskan prilaku Doll salah.
"Jujur saya tidak bisa memaafkannya karena perilaku seperti itu salah," ujar Shin usai memimpin latihan skuadnya di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (15/2/2023).
Shin, yang pernah membawa timnas Korea Selatan ke Piala Duni 2018 itu, mengaku tak bisa menerima serangan terhadap pribadinya.
Menurut Shin, sikap menjelek-jelekkan orang lain di depan media tidak bisa dibenarkan. Ditambah lagi, pernyataan itu datang dari pelatih klub untuk pelatih tim nasional.
"Saya dibuat seperti orang jahat dan tidak baik di depan media, setelah itu meminta maaf. Perasaannya bagaimana kalau terjadi yang sebaliknya?" cetus Shin.
Shin Tae-yong pun meminta Thomas Doll untuk mengevaluasi diri dan tidak lagi mengulang hal serupa.
Kalau pelatih dari Jerman itu memiliki masalah di Persija, Shin menyebut bahwa dirinya juga mempunyai persoalan di tim nasional.
Shin pun berkisah soal bagaimana dirinya nyaris tidak memiliki waktu istirahat karena mesti menangani tiga timnas sekaligus yakni timnas senior, U-23 dan U-20.
Tanggung jawab itu diambilnya demi membuat program berjenjang dan berkelanjutan untuk perkembangan sepak bola Indonesia.
"Saya memegang tiga timnas tanpa istirahat, benar-benar berusaha untuk mengembangkan sepak bola Indonesia terus berkembang. Akan tetapi, tidak ada pengertian sama sekali dari klub. Jadi keadaan setiap orang berbeda-beda. Ini harus dipahami dan dimengerti. Kalau bicara seperti itu sama saja dia mencaci PSSI dan masyarakat Indonesia," tutur Shin.
Sebutan badut untuk Shin Tae-yong disampaikan Thomas Doll pada Sabtu (11/2/2023) saat melontarkan kritik kepada Shin yang tidak hadir dalam pertemuan virtual antara Persija dan timnas Indonesia.
Keputusan Shin mengutus asisten pelatih Nova Arianto untuk mewakilinya membuat Thomas Doll gusar karena di kubu Persija dirinya dan semua staf pelatih mengikuti diskusi tersebut.
Persija memang merupakan klub yang pemainnya paling banyak dipanggil Shin untuk TC timnas U-20 yaitu sembilan orang. TC yang menjadi persiapan Piala Asia U-20 2023 itu berlangsung pada 1-28 Februari 2023 di Jakarta.
Kegundahan Thomas Doll berlanjut kepada sebutan badut untuk Shin lantaran pelatih berkewarganegaraan Korea Selatan itu membintangi iklan makanan di Indonesia.
"Bagi saya dia lebih seperti badut daripada pelatih. Itu seharusnya tidak dilakukan oleh seorang pelatih timnas. Saya tidak pernah melihat pelatih melakukan hal yang seperti itu," tutur Doll ketika itu.
Baca Juga: Thomas Doll Minta Maaf Usai Kritik Shin Tae-yong Seperti Badut
Thomas Doll sendiri sudah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Shin Tae-yong pada Minggu (12/2/2023).
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Kenapa 13 Juli Ditetapkan Sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan? Ini Penjelasannya
-
7 Tips Membuat Sudut Kekayaan di Rumah Menurut Feng Shui, Dipercaya Datangkan Rezeki
-
Perang Anglo-Saxon vs Viking: Ujian Mental Juara Inggris Era Tuchel
-
Mengukur Etika dari Kursi Kekuasaan: Siapa yang Sebenarnya Wajib Beretika?
-
Ramai Hotel, Lalu Apa Hubungannya dengan Nasib 280 Juta Penduduk?
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
-
Siapa Folarin Balogun? Dikartu Merah Tapi Tetap Bisa Main Lawan Belgia
-
BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Tren Belanja Cepat Makin Mengubah Gaya Hidup Digital Masyarakat