- Gubernur Pramono Anung mendorong pertumbuhan UMKM dan PKL Jakarta melalui program JakPreneur serta berbagai insentif kemudahan usaha.
- Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Kreatif Festival 2026 untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan digitalisasi bagi pelaku usaha.
- Upaya tersebut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59 persen pada triwulan pertama tahun 2026 yang inklusif.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dinilai gencar mendorong tumbuh kembang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) di Ibu Kota.
Keberpihakan tersebut terwujud lewat program JakPreneur, yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga digitalisasi bagi ratusan ribu pelaku UMKM di Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan kemudahan perizinan, perbaikan pelayanan, relaksasi dan insentif perpajakan, serta akses pelatihan dan permodalan bagi UMKM.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, Pemprov DKI turut menggelar Jakarta Kreatif Festival 2026 yang melibatkan kolaborasi puluhan lembaga dan instansi guna memperluas akses pembiayaan, promosi, dan pasar bagi pelaku UMKM serta ekonomi kreatif.
Data teranyar menunjukkan ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen pada triwulan pertama 2026 dengan dukungan lebih dari 400 ribu pelaku UMKM yang terus diperkuat lewat program tersebut.
Berbagai langkah itu mendapat apresiasi dari kalangan pelaku usaha kecil, salah satunya Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun, yang membina pelaku UMKM dan PKL di berbagai daerah di Indonesia.
“Kami melihat Gubernur Pramono Anung memiliki pendekatan yang terbuka dan mau mendengarkan aspirasi pelaku usaha kecil. Bagi kami, komunikasi yang baik dan adanya ruang dialog dengan pemerintah daerah merupakan modal penting untuk membangun iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian bagi para pelaku UMKM di Jakarta,” ujar Ali Mahsun, Senin (6/7/2026) malam.
Ali menilai, sektor usaha kecil dan informal membutuhkan ruang untuk tumbuh serta kepastian dalam menjalankan usahanya.
Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap UMKM dan PKL memiliki arti penting karena sektor tersebut menjadi tumpuan penghidupan bagi banyak masyarakat.
Baca Juga: Bikin Pangling, Trotoar Darurat MRT Bundaran HI Disulap Jadi Taman Labirin
Dukungan terhadap pelaku usaha kecil, kata Ali, juga berkontribusi dalam menjaga perputaran ekonomi dan memperluas peluang kerja di tingkat akar rumput.
Pandangan senada disampaikan Dewan Penasehat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta.
“Kebijakan yang memberikan dukungan kepada UMKM dan menjaga daya beli masyarakat akan menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat. Ini menjadi modal penting untuk menjaga optimisme pelaku usaha dan memperkuat ekonomi daerah,” kata Tutum Rahanta.
Menurut dia, sektor usaha kecil membutuhkan kepastian dan ruang untuk terus berkembang agar dapat mempertahankan kontribusinya terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
Para pelaku usaha menilai keberpihakan terhadap UMKM, PKL dan sektor ekonomi kerakyatan memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli, serta ketahanan ekonomi masyarakat.
Karena itu, gencarnya dorongan Pemprov DKI Jakarta bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang dinilai menjadi langkah penting demi menjaga ekonomi Jakarta tetap tumbuh secara inklusif.
Meski di sisi lain, perhatian terhadap UMKM dan PKL turut berjalan beriringan dengan komitmen penataan kota, di mana Pramono menegaskan trotoar yang telah dibangun harus digunakan untuk pejalan kaki, bukan untuk berdagang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas