/
Kamis, 16 Februari 2023 | 19:42 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabumig Raka dicecar warganet karena Solo terendam banjir Kamis (16/2/2023). (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

Warganet dari Kota Solo, Jawa Tengah mengeluhkan banjir yang merendam sebagian kota tersebut pada Kamis (16/2/2023) ke Wali Kota Gibran Rakabuming.

Mereka mencecar Mas Wali di Twitter dan Instagram, di kolom komentar sejumlah postingan putra Presiden Joko Widodo tersebut. Antara lain yang jadi sasaran adalah konten tentang Kirab Agung yang digelar Keraton Solo hari ini.

"Hujan deras sebentar saja dah banjir segini, tahun ini aja dah 3 kali. Ini video dan foto di sangkrah pasar kliwon RT 1, 2, 3, RW 4.  Apakabar pintu demangan yang baru?" cuit pengguna Twitter dengan nama Setyo.

"Sewu RT 03 RW 03 Pak, bertahun-tahun masih sama saja," keluh pengguna Twitter bernama An, sembari mengunggah foto rumah yang tergenang banjir.

"Pak Gibran wargamu Gandekan Kampung Sewu Jagalan sedang kebanjiran, Pak," tulis pengguna Instagram dalam kolom komentar postingan tentang Kirab Agung Keraton Solo di akun resmi Gibran.

Sejauh ini, Gibran belum menanggapi keluhan tersebut di media sosial.

Banjir di Kelurahan Jagalan Solo, Kamis [16/2/2023]. (sumber: Antara)

Sebelumnya diwartakan bahwa sebagian Solo terendam banjir pada Kamis akibat hujan deras yang mengguyur sejak siang. Data Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Surakarta menunjukkan banjir terjadi di Kelurahan Jagalan, Gandekan, Semanggi, Joyosuran, Sangkrah, Kedunglumbu, dan Tanjung Anom kota.

Lurah Jagalan Irjanto Yudha Andika mengatakan saat ini hampir seluruh wilayah di Kelurahan Jagalan terendam banjir.

"Hampir rata, baru mau koordinasi sama pintu air dulu kalau bisa disedot, kalau tidak ya nunggu," katanya.

Ia mengatakan banjir terjadi akibat luapan Sungai Kalisonto yang ada di wilayah tersebut. Untuk ketinggian banjir di pemukiman warga sekitar 30-40 cm.

"Baru tadi di jalan hampir setengah meter, biasanya kalau pompa hidup itu langsung hilang," katanya seperti diwartakan Antara.

Disinggung mengenai kemungkinan dibuatnya pengungsian untuk warga terdampak banjir, pihaknya mengatakan hingga saat ini belum perlu dilakukan.

"Ini enggak perlu, biasanya langsung surut. Kalau pompa hidup langsung surut, tapi tetap melihat kondisi Sungai Bengawan Solo. Kalau memang bisa disedot ya disedot, kalau nggak bisa ya otomatis harus disiapkan pengungsian dan dapur umum," katanya.

Sementara itu Lurah Pucangsawit Yosef Fitriyanto mengatakan banjir di wilayah tersebut terjadi di RW 06.

Baca Juga: Gibran Usul Penutupan Piala Dunia U20 di Solo, Mas Wali Bakal Bawa Idol Kpop Bikin Warganet Tebak-tebakan: Secret Number?

"Untuk jumlah yang terdampak ini baru proses koordinasi, assessment. Hujan baru ini tapi ketinggian air (di Sungai Bengawan Solo) dari semalam sudah tinggi, ada permasalahan di pintu air RW 06," katanya.

Terkait hal itu, sebetulnya ia sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

"Kami minta pompa 2 kapasitas 500 liter, kemudian dari DPUPR juga menambahkan satu pompa. Yang di rumah pompa RW 6 ada 2 kapasitas 500 liter juga," katanya.

Ia mengatakan untuk banjir di wilayah tersebut ketinggiannya beragam ada yang 50-75 cm. Terkait dengan pengungsian, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD Kota Surakarta.

Load More