Komisi XI DPR RI berencana memanggil Direktorat Jenderal Pajak dalam sidang mendatang.
Video viral penganiayaan keji yang dilakukan Mario Dandy Satriyo atas David Latumahina serta video permohonan maaf dari Rafael Alun Trisambodo Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II, ayah Mario Dandy masih trending di berbagai platform media sosial dan situs pemberitaan.
Dikutip dari laman News Suara.com, Komisi XI DPR RI berencana memanggil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam sidang mendatang. Tujuannya mendapat penjelasan aksi pamer harta dan kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satrio, anak Rafael Alun Trisambodo, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta Selatan II.
"Di saat masa sidang kami akan panggil DJP. Kami sudah berdiskusi melalui WA Group dengan teman-teman di Komisi XI terkait code of conduct dengan DJP, karena ini sense of crisis-nya sama sekali tidak ada," jelas Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad.
Selain meminta penjelasan terkait kasus penganiayaan, Komisi XI bakal memeriksa profil dari ayahanda Mario Dandy Satriyo karena memiliki kekayaan luar biasa.
"Kemudian kalau lihat portofolio gaji, insentif yang diterima dengan kehidupan keluarganya juga menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu kami akan undang, jadwalkan khusus Dirjen Pajak berkaitan dengan kinerja dan kasus yang terjadi terakhir ini," tandas Kamrussamad.
Sebagai catatan, Rafael Alun Trisambodo sebagai Kepala Bagian Umum di DJP memiliki harta Rp 56,1 miliar. Sementara Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Pratomo sebagai atasan memiliki harta Rp 14,45 miliar. Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki harta sekira Rp 58 miliar.
Berita Terkait
-
Publik Malas Bayar Pajak Usai Pegawai Kemenkeu Bermasalah Hingga Kekayaan Pejabat Tak Masuk Akal
-
Kemenkeu Copot Ayah Mario Dandy, Warganet: Pasti Nyesel Gak Childfree
-
Tingkah Mario Dandy Satriyo Sungguh Gambarkan "Anak polah Bapak kepradah", Rafael Alun Trisambodo Langsung Nyatakan Kesediaan Diperiksa
-
Rafael Alun Trisambodo Resmi Dicopot dari Pejabat Pajak, Tapi Masih PNS
-
Harta Rafael Alun Trisambodo Rp 56 Miliar Diragukan, Bakal Diselidiki
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Pedagang di Siak Keluhkan Daya Beli Turun, Efek Ekonomi Tak Stabil?
-
Harga Saling Sikut, Mending Toyota Yaris 2015 atau Honda Jazz 2015?
-
4 Prompt Gemini AI Terbaik untuk Hasil Foto Analog Tahun 1994 yang Ikonik
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
4 Rekomendasi Bedak untuk Biang Keringat, Ampuh Atasi Gatal-gatal
-
Climate Anxiety: Saat Generasi Muda Cemas akan Masa Depan Bumi
-
Hard to Kill: Steven Seagal Bangkit dari Kubur untuk Balas Dendam, Malam Ini di Trans TV
-
Calvin Verdonk Sukses Bantu Lille Curi Poin di Markas Metz Meski Main Sebentar
-
Publik Iran: Ada Beban Jadi Juara Piala Asia Futsal 2026, Timnas Indonesia Bahaya!
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta